Urai Arus Mudik dan Balik Idul Fitri 1446 H, Korlantas Polri Mengedepankan Teknologi Digital 

realita.co
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita)-Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menerangkan terkait persiapan anggotanya dalam mengatur arus lalu lintas di jalan tol saat puncak arus mudik dan arus balik idul Fitri 144 Hijriah.

Agus menjelaskan, seluruh anggota polri yang bertugas mengedepankan teknologi digital untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat.

Baca juga: Bus AKAP Jadi Pilihan Favorit, Pemudik Padati Terminal Jatijajar Depok

"Untuk tata kelola jalan tol tentunya pada saat puncak arus nanti, baik arus mudik dan balik, tentunya Korlantas Polri dengan stakeholder akan selalu berkolaborasi,” ujar Agus dalam siaran persnya yang diterima wartawan, pada Minggu (1/3/2026).

Ia juga menambahkan Korlantas Polri akan menggunakan teknologi digital dalam menerapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas.

"Skema yang disiapkan meliputi alih arus, penjagaan, hingga penerapan contraflow dan one way nasional," terang Kakorlantas.

Kakorlantas Polri juga merinci, dalam menggunakan teknologi digital saat akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas baik alih arus, baik penjagaan, hingga contraflow, one way nasional dan seterusnya.

"Penerapan contraflow saat arus mudik dan balik dilakukan berdasarkan parameter tertentu guna memastikan kebijakan tersebut tepat sasaran dan efektif memperlancar arus kendaraan," ungkap Agus.

Baca juga: Polisi Buat Rekayasa Lalu Lintas One Way dan Contraflow Km 70-188 Tol Cipali

Kemudian, Kakorlantas menegaskan, saat arus mudik dan arus balik tentunya pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas contraflow, inipun juga ada parameter-parameter bagaimana petugas bisa mengeksekusi, sehingga korlantas polri bisa memperlancar perjalanan para pemudik, dan termasuk arus balik," sambungnya.

"Salah satu parameter yang digunakan adalah jumlah kendaraan per jam yang terpantau melalui radar dan sistem traffic counting," tandasnya.

Agus juga melihat, dalam parameter tersebut tentunya akan kita lihat radar, ketika satu jam berturut-turut 4.500 hingga 5.000 dalam satu jam, ini akan kami berlakukan contraflow lajur 1. Demikian juga apabila sudah 6.400, ini juga akan dilakukan contraflow lajur 2.

"Kebijakan one way nasional maupun one way sepenggal juga akan diterapkan berdasarkan pembaruan data pemantauan lalu lintas secara real time," katanya.

Baca juga: H-3 Lebaran, Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Ciwandan

Petugas polri akan melakukan one way nasional atau one way sepenggal di wilayah one way nasional, tentunya update terakhir dari teknologi pemantauan arus lalu lintas, baik itu melalui drone presisi, juga radar yang ada di Jasa Marga

Masih terang Kakorlantas Polri, apabila traffic counting menunjukkan angka yang sangat tinggi dan contraflow dua lajur telah diterapkan, maka opsi one way nasional akan diberlakukan secara otomatis.

"Tentunya traffic counting yang sudah cukup tinggi, termasuk contraflow 2 lajur, nanti akan kita buka one way nasional. Itulah cara-cara Korlantas hadir bekerja menggunakan teknologi dan update traffic counting, termasuk flow di bidang lintas akan kami hitung dengan cara-cara teknologi," pungkasnya.(Ang)

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibalas Iran, Tiga Tentara AS Tewas Lima Kritis
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
AC Milan Menang Susah Payah, Ini 3 Bintang Rossoneri yang Tampil Memukau saat Taklukkan Cremonese di Liga Italia
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Indonesia Coffee Expo 2026 Mengangkat Pesona Kopi Indonesia
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Viral Video ART Dianiaya Majikan di Sunter, Polres Jakut Turun Tangan
• 39 menit laludisway.id
thumb
Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.