REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pentagon melaporkan korban jiwa pertama dari pihak Amerika Serikat terkait agresi ilegal menyerang Iran. Tiga anggota militer AS dilaporkan tewas selama operasi tersebut.
Reuters melansir, pejabat Komando Pusat AS mengumumkan pada Ahad, lima tentara lainnya dinyatakan “terluka parah”. Beberapa tentara lainnya “mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak – dan sedang dalam proses untuk kembali bertugas,” menurut rilis Komando Sentral AS (CENTCOM).
- IRGC: Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk USS Lincoln
- Iran Balas Hujani Israel dengan Rudal, Sembilan Tewas Puluhan Tertimbun
- Ribuan Warga Iran Turun ke Jalan, Tangisi Meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei
Rentetan serangan balasan Iran dilancarkan ke instalasi militer AS di Timur Tengah pada hari Sabtu setelah pemboman udara, darat dan laut AS dan Israel terhadap Republik Islam – sebuah kampanye yang dijuluki Operasi Epic Fury.
Laporan awal pada Sabtu menunjukkan tidak ada korban di pihak AS. Rincian tambahan seputar kematian anggota militer AS belum tersedia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Identitas anggota militer AS yang tewas dalam aksi tersebut dirahasiakan hingga 24 jam setelah pemberitahuan kepada keluarga terdekat, kata para pejabat. “Operasi tempur besar terus berlanjut dan upaya respons kami terus berlanjut,” bunyi pernyataan itu.
CENTCOM Update
TAMPA, Fla. – As of 9:30 am ET, March 1, three U.S. service members have been killed in action and five are seriously wounded as part of Operation Epic Fury. Several others sustained minor shrapnel injuries and concussions — and are in the process of being… — U.S. Central Command (@CENTCOM) March 1, 2026Serangan yang dilakukan oleh pasukan AS dan mitranya dimulai pada Sabtu pukul 1.15 pagi, kata para pejabat CENTCOM, dengan tujuan untuk melumpuhkan “aparat keamanan rezim Iran, memprioritaskan lokasi-lokasi yang merupakan ancaman dalam waktu dekat.”
Di antara target utama operasi tersebut adalah fasilitas komando dan kontrol Korps Garda Revolusi Islam, kemampuan pertahanan udara Iran, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta lapangan udara militer, menurut pernyataan itu.
Kompleks Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga menjadi sasaran operasi tersebut. Pemerintah Iran kemudian mengkonfirmasi bahwa Khamenei syahid dalam serangan itu.
Setidaknya 201 orang meninggal dan lebih dari 700 orang terluka di seluruh Iran akibat serangan AS-Israel, menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran. Seratus lebih di antara yang syahid adalah siswi di salah satu sekolah putri di Iran.




