EtIndonesia. Pemerintah Iran pada 1 Maret mengonfirmasi bahwa dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ali Khamenei, telah tewas. Sejumlah anggota keluarganya serta beberapa pejabat inti tingkat tinggi juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut.
Khamenei dan Empat Anggota Keluarga Tewas
Kantor berita resmi Iran pada hari yang sama membenarkan kabar kematian Ayatollah Ali Khamenei. Disebutkan bahwa putrinya, menantunya, serta cucu perempuannya turut tewas dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah Pejabat Inti Iran Ikut Tewas
Ilustrasi oleh The Epoch Times, Domain PublikSelain Khamenei dan anggota keluarganya, Israel menyatakan bahwa sejumlah tokoh inti pemerintahan dan militer Iran juga tewas dalam serangan udara tersebut. Di antaranya:
- Penasihat utama Khamenei, Ali Shamkhani
- Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Mohammad Pakpour
- Kepala intelijen Markas Komando Darurat Militer Iran, Salah Asadi
- Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh
- Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi, Mohammad Shirazi
Tewas Saat Bertemu Lingkaran Inti
Reuters, mengutip dua sumber Amerika dan seorang pejabat AS yang mengetahui peristiwa tersebut, melaporkan bahwa serangan udara dilancarkan ketika Khamenei sedang mengadakan pertemuan dengan anggota lingkaran inti kepemimpinannya. Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.
Menurut sumber dari pihak Israel, Khamenei tewas bersama sejumlah pembantu seniornya, termasuk mantan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional yang sangat berpengaruh, Ali Shamkhani, serta Komandan IRGC Mohammad Pakpour.
Dua sumber dari Iran mengatakan kepada Reuters bahwa sesaat sebelum serangan udara Amerika dan Israel dimulai, Khamenei tengah bertemu di sebuah lokasi rahasia dengan Shamkhani dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani.
Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa setelah badan intelijen berhasil melacak pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran, target tersebut kemudian dilumpuhkan.
Trump menulis: “Ia tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan presisi tinggi kami. Kami bekerja sangat erat dengan Israel. Dia (Khamenei) dan para pemimpin lain yang tewas bersamanya tidak dapat berbuat apa-apa.”
Serangan Dimajukan, Target Utama Khamenei
Dua sumber Amerika dan seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa setelah dikonfirmasi Khamenei sedang bertemu para penasihat senior, Israel dan Amerika segera meluncurkan operasi udara dan laut.
Seorang pejabat AS menjelaskan bahwa untuk menjaga unsur kejutan, serangan terhadap Khamenei harus dilakukan terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan kekhawatiran bahwa jika memiliki kesempatan, Khamenei akan melarikan diri ke tempat persembunyian.
Salah satu sumber Amerika menyebutkan bahwa Khamenei semula dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Sabtu malam (28 Februari) di Teheran. Namun, intelijen menemukan bahwa pertemuan tersebut dimajukan menjadi Sabtu pagi, sehingga serangan udara juga dipercepat untuk menyesuaikan waktu tersebut. (Jhon)





