INFOGRAFIK: Kesepakatan Dagang Ubah Peta Impor Agrikultur RI

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Dalam kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART), Indonesia berkomitmen meningkatkan kuantitas impor sejumlah komoditas dari AS, termasuk produk pertanian.

Indonesia sepakat memfasilitasi pembelian perusahaan swasta atas empat komoditas pertanian AS setara US$4,5 miliar atau sekitar Rp75 triliun selama lima tahun. Pangsa pasar komoditas pertanian AS di Indonesia diperkirakan meningkat.

Komitmen impor ini termasuk 163 ribu ton kapas per tahun, 3,5 juta ton kedelai per tahun, 3,8 juta ton bungkil kedelai per tahun, dan 2 juta ton gandum per tahun.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyebut langkah yang diambil pemerintah ini dilakukan dengan pendekatan perdagangan yang seimbang dan dianggap esensial untuk kepentingan industri nasional.

“Dengan terbukanya opsi pasokan yang lebih luas dan kompetitif, pelaku usaha dalam negeri dapat memperoleh bahan baku yang stabil, berkualitas dan dengan harga yang bersaing,” kata Haryo Limanseto dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 Maret.

Di luar pembelian komoditas oleh swasta, Indonesia juga masih harus impor dengan jumlah tertentu sejumlah komoditas pertanian lain dari AS. Termasuk komoditas yang ditargetkan swasembada seperti jagung dan beras.

Selain itu, ada produk seperti buah apel, anggur segar, daging sapi dan produk olahannya. Kebanyakan jumlah impor yang diwajibkan ini jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah impor yang sudah ada untuk produk yang sama.

Komoditas buah apel segar misalnya. Pada 2025, impor Indonesia untuk apel mencapai 169,2 ribu ton dan 13,9 ribu ton atau 8,2%-nya berasal dari AS.

Dalam perjanjian, Indonesia diwajibkan impor dari AS sebanyak 26 ribu ton per tahun. Dengan asumsi impor Indonesia tahun ini sama dengan 2025, pangsa pasar apel AS di Indonesia berpotensi naik menjadi 15,3% dari keseluruhan impor apel Indonesia.

Komitmen kenaikan impor ini berpotensi menekan neraca dagang dan meningkatkan kebergantungan impor komoditas strategis atau trade diversion.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga menyebut kebijakan ini membatasi fleksibilitas kebijakan impor Indonesia yang selama ini berbasis harga, efisiensi, dan diversifikasi sumber pasokan.

 

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 2 Maret 2026: UBS dan Galeri 24 Naik Tajam
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Dubes Iran Sebut Daftar Panjang Dosa AS Sejak 1953
• 35 menit lalukompas.com
thumb
Kapolri Waspadai Dampak Serangan AS?Israel ke Iran
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Garda Revolusi Iran Klaim 4 Rudal Baliatik Hantam Kapal Induk Abraham Lincoln 
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Indonesia alami inflasi 4,76 persen secara tahunan di Februari 2026
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.