Jakarta, tvOnenews.com - Hasil MotoGP Thailand 2026 akhir pekan kemarin menjadi alarm bahaya bagi Ducati di awal musim.
Sebaliknya, tim asal Italia lain yakni Aprilia tampil mengesankan dengan mendominasi balapan utama.
- Reuters
Setelah tampil dominan pada musim lalu, Ducati seperti kehilangan taji mereka di seri pembuka kemarin.
Tidak ada satupun pembalap pabrikan Borgo Panigale yang berhasil berdiri di podium juara.
Pencapaian terbaik pembalap Ducati dilakukan Fabio Di Giannantonio yang finis keenam.
Hal ini tentu jadi pertanda kurang bagus terlebih Diggia sendiri adalah pembalap dari tim satelit.
Sementara pembalap pabrikan Ducati yakni Marc Marquez dan Francesco Bagnaia meraih hasil yang lebih buruk.
Bagnaia hanya finis di peringkat kesembilan. Sementara Marc Marquez gagal finis setelah mengalami masalah serius pada ban belakang motornya.
Nasib serupa juga dialami Alex Marquez yang membela tim Gresini Racing. Alex yang merupakan runner-up tahun lalu juga gagal finis setelah terjatuh menjelang akhir balapan.
Meski demikian, hasil seri pembuka tentu tidak bisa dijadikan tolak ukur peta persaingan MotoGP 2026.
Melihat balapan di Sirkuit Buriram akhir pekan kemarin setidaknya tiga tim berpotensi bersaing ketat musim ini yakni Aprilia, KTM dan Ducati.
Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang di MotoGP Thailand 2026 memberikan komentarnya soal dominasi Aprilia di Sirkuit Buriram.
Menurutnya terlalu cepat untuk berbicara soal gelar juara. Anak didik Valentino Rossi itu memilih untuk fokus satu demi satu balapan demi menjaga persaingan di papan atas.
“Wajar jika orang mulai membicarakan kejuaraan dunia, tapi saya ingin tetap fokus satu balapan demi satu balapan,” ujar Bezzecchi usai tampil di MotoGP Thailand 2026.
Berkat kemenangan di MotoGP Thailand 2026 kemarin, Bezzecchi langsung melonjak ke posisi kedua klasemen sementara.
Sementara posisi puncak klasemen ditempati Pedro Acosta yang berhasil meraih double podium di Sirkuit Buriram.
(aes)




