PONOROGO (Realita)- Isak tangis dan trauma masih menyelimuti Hindar Agusta (23), salah satu korban selamat dalam insiden ledakan petasan rakitan di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Ponorogo, Minggu (1/3/2026) sore.
Hindar menceritakan detik-detik mencekam saat bubuk petasan yang tengah diracik oleh Rifai Kurnia Putra (15) dan Ahmad Fato’ani (20) itu meledak hingga membuat Rifai tewas ditempat.
Baca juga: Ledakan Petasan Tewaskan 1 Orang di Ponorogo, Tim Gegana: Bahan Yang Meledak 5 Kilogram
Hindar mengaku keberadaannya di lokasi kejadian sebenarnya hanya untuk urusan singkat. Sore itu, ia bermaksud mengembalikan sepeda motor milik temannya.
"Saya ke sana mau mengembalikan motor, saya taruh di halaman. Pas saya mau menaruh kunci motor di depan (dekat posisi meracik), tiba-tiba meledak," ujar Hindar yang saat ini menjalani perawatan di Irna Flamboyan RSUD dr Harjono akibat mengalami luka bakar 16 persen.
Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, adik temannya yaitu Rifai dan temannya Ahmad Fato’ani memang sedang merakit petasan di depan rumah. Namun, Hindar mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu ledakan tersebut, termasuk apakah ada yang merokok di sekitar lokasi atau tidak.
"Posisi saya sedang menunduk saat menaruh kunci, terus saya mencelat (terpental). Kalau saya terpentalnya tidak jauh, yang jauh itu yang merakit," tambahnya.
Baca juga: Petasan Rakitan Meledak di Ponorogo, Dua Bocah Jadi Korban, 1 Tewas
Meski mengalami luka bakar, Hindar merupakan satu-satunya korban yang masih sadar penuh sesaat setelah dentuman keras itu terjadi. Dalam kondisi syok, ia berusaha menyelamatkan diri menuju jalan raya.
"Di dalam rumah sebenarnya ada tiga orang lain dan mereka selamat semua. Mereka keluar rumah, lalu saya langsung dibawa ke klinik. Hanya saya yang (langsung) dibawa karena saya yang sadar dan bisa jalan," kenangnya.
Hindar mengalami luka bakar di area wajah dan tangan yang ia gambarkan terasa sangat panas. Namun, nasib nahas menimpa dua rekannya yang lain. Rifai Kurnia Putra (15) dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Ahmad Fato’ani (20) menderita luka bakar serius hingga 90 persen.
Baca juga: Ledakan Petasan Plosojenar Ponorogo 3 Orang Jadi Korban, Balon Udara dan Slonsong Mercon Diamankan
Aktivitas meracik petasan di lokasi tersebut rupanya bukan yang pertama kalinya. Menurut keterangan Hindar, para pemuda tersebut sempat mendapat teguran dari warga sekitar sebelum insiden maut ini terjadi. Teguran itu dipicu oleh aksi mereka menerbangkan balon udara dengan petasan yang sempat jatuh di atap rumah warga lain, yang dinilai sangat membahayakan lingkungan.
“ Sempat ditegur dulu karena menerbangkan balon dan petasannya jatuh disamping rumah warga,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Kauman dan Polres Ponorogo masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait asal-usul bahan peledak dan penyebab pasti dari ledakan yang menghancurkan sebagian teras rumah milik warga bernama Minten tersebut. znl
Editor : Redaksi



