Peta Kekuatan Senjata Iran, Seberapa Bahaya dan Mematikannya Melawan AS dan Israel?

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Iran, VIVA – Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei beserta beberapa pejabat senior, Teheran langsung bergerak cepat untuk merespons.

Iran menyatakan balasannya dengan menargetkan lokasi militer Israel dan yang terkait AS di seluruh kawasan, termasuk di negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS.

Baca Juga :
Timnas Iran dan Piala Dunia di Tanah Musuh
Dubes Iran: AS dan Israel Tidak Menghormati Bulan Suci Ramadhan dan Membunuh Anak-anak

Aksi saling serangan ini menimbulkan pertanyaan utama bagi ibu kota regional dan pasar global Apakah ini akan tetap menjadi siklus serangan balasan, ataukah akan berkembang menjadi lebih panjang yang dipengaruhi oleh jangkauan serangan Iran, pasukan sekutu, dan tekanan pada jalur pelayaran serta infrastruktur energi?

Mari kita bahas satu per satu terkait kekuatan perang Iran kali ini seperti melansir laman Al Jazeerah, Selasa 3 Maret 2026.

Mengapa Kali Ini Berbeda

Berbeda dengan perang 12 hari yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada Juni 2025 lalu, serangan kali ini yang menyebabkan terbunuhnya Khamenei tampaknya membuat Teheran yakin bahwa konflik ini adalah pertarungan untuk kelangsungan Republik Islam itu sendiri.

Dalam narasi Teheran, balasan yang tertunda atau terlalu terbatas bisa dilihat sebagai kelemahan dan menjadi undangan bagi serangan lebih lanjut.

Pada Minggu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa membalas kematian Khamenei dan pejabat senior lainnya adalah kewajiban dan hak sah negara.

Tapi bagaimana sebenarnya Iran melakukan balas dendam ini?

Strategi Rudal Iran: Arsenal, Jangkauan, dan Taktik

Kekuatan rudal Iran menjadi pusat cara negara itu bertempur dan memberi sinyal. Analis pertahanan menyebutnya sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, mencakup rudal balistik dan jelajah, dan dirancang agar Teheran bisa menjangkau target tanpa perlu angkatan udara modern.

Pejabat Iran menekankan program rudal sebagai tulang punggung pencegahan, karena angkatan udara mereka mengandalkan pesawat tua. Pemerintah Barat menilai rudal Iran memicu ketidakstabilan regional dan bisa mendukung kemampuan nuklir di masa depan klaim yang dibantah Teheran.

Rudal balistik jarak terjauh Iran bisa menjangkau 2.000 km hingga 2.500 km, cukup untuk mencapai Israel, pangkalan terkait AS di Teluk, dan sebagian besar kawasan sekitar. Namun, bertentangan dengan klaim Trump dan beberapa pihak di lingkarannya, rudal ini tidak bisa mencapai wilayah AS.

Baca Juga :
Inilah Pangkalan Udara dengan Armada Jet Tempur Terbesar di Negeri Paman Sam
Dubes Boroujerdi: Iran Negara Kuat, Tak Tumbang Meski Khamenei Syahid
Muhammadiyah Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Langgar HAM dan Hukum Internasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mau Main Padel Saat Puasa? Simak Dulu Saran dari Dokter
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Persita Tangerang Optimis Raih Poin Penuh di Markas PSM Makassar
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejagung Sita Tanah-Pabrik Terkait Kasus Dugaan Korupsi Limbah Sawit
• 5 jam laludetik.com
thumb
Polri Sediakan Ribuan Posko Pengaman dan Pelayanan untuk Para Pemudik Saat Operasi Ketupat 2026
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Respons Iran soal Prabowo Tawarkan Jadi Mediator Perdamaian
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.