jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras agresi militer Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS) dengan menyerang Iran pada Sabtu (28/2) kemarin.
"Perang harus dihentikan, karena kami menilai ini sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas kawasan," kata dia melalui layanan pesan, Senin (2/3).
BACA JUGA: Radian Syam Singgung Demokrasi di Era VUCA Saat Perang Antara AS-Israel Vs Iran
Legislator fraksi PKS itu menyatakan serangan terhadap Iran jelas melanggar kedaulatan negara dan hukum internasional.
Doktor lulusan teknik kimia University of Salford, Inggris Raya itu meminta pertanggungajwaban AS dan Israel atas dampak eskalasi dan potensi terjadinya konflik regional yang meluas.
BACA JUGA: Bila Perang AS-Israel vs Iran Meluas, Indonesia Diminta Menarik Diri dari Board of Peace
Sukamta menyerukan dunia internasional untuk mengambil tindakan mendesak guna menghentikan agresi dan menjaga stabilitas regional.
Terkait dengan hal itu, dia mendukung kesiapan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memediasi Iran dengan AS-Israel andai dibutuhkan semua pihak.
BACA JUGA: IHSG Kembali Merah Akibat Konflik AS-Israel dan Iran, BEI Buka Suara
"Saya kira patut didukung upaya presiden tersebut. Ini juga bagian dari realisasi amanat konstitusi menjaga perdamaian dunia secara aktif,” ujar kata Sukamta.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin atau Kang TB meragukan kemampuan Indonesia menjadi fasilitator konflik Iran dengan AS beserta Israel.
Dia berkata demikian demi menanggapi keinginan Presiden RI Prabowo Subianto yang siap menjadi fasilitator konflik Iran dengan AS-Israel.
Sebab, kata Kang TB, syarat menjadi fasilitator dialog konflik ialah harus diterima oleh kedua belah pihak yang bersitegang.
Namun, ujarnya, Indonesia saat ini telah bergabung ke Board of Peace bentukan Presiden AS Donald Trump.
Eks Sesmilpres itu menilai sulit Iran menerima kehadiran Indonesia menjadi fasilitator konflik ketika politik luar negeri Tanah Air condong ke AS dan Israel.
“Dengan gerak diplomasi Indonesia yang saat ini dinilai lebih condong ke poros Amerika dan Israel melalui keterlibatan dalam BoP, sulit rasanya membayangkan Iran bisa menerima dengan mudah,” kata Kang TB melalui keterangan persnya, Minggu (1/3). (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Konflik AS-Israel dengan Iran Picu Tekanan Global, Bagaimana Peran Indonesia?
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5517860/original/099975000_1772440403-try8.jpg)