Saudi Aramco menghentikan operasional kilang Ras Tanura di Arab Saudi setelah terjadi serangan drone di area tersebut berdasarkan sumber yang mengetahui kejadian tersebut dikutip dari Bloomberg, Senin (2/3).
Ras Tanura merupakan salah satu kilang terbesar di Arab Saudi yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 550.000 barel minyak mentah per hari. Lokasinya di pesisir Teluk Persia, dekat dengan kota industri Jubail di bagian timur Arab Saudi.
Pihak media Aramco belum memberikan komentar. Begitu juga pemerintah Arab Saudi juga belum merespons permintaan konfirmasi.
Sebelumnya Aramco telah menutup kilang yang berada di pesisir Teluk Persia tersebut ditutup sejak Senin pagi waktu setempat sebagai langkah pencegahan atas serangan antara Israel dan Iran. Perusahaan juga masih menilai dampak dan potensi kerusakan akibat insiden tersebut.
Sumber yang enggan disebutkan namanya karena informasi ini belum dipublikasikan secara resmi mengatakan kebakaran di lokasi berhasil dikendalikan.
Harga minyak mentah dunia melonjak usai perang ini. Mengutip Reuters pada Senin (2/3), minyak mentah Brent tercatat melonjak 10 persen menjadi sekitar USD 80 per barel dalam perdagangan over the counter (OTC) pada Minggu (1/3).
Analis memperkirakan harga bisa menembus USD 100 per barel jika gangguan pasokan berlangsung lama. Serangan terhadap infrastruktur energi utama menjadi skenario terburuk bagi pasar minyak, terlebih lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, hampir terhenti akibat eskalasi konflik.




