FAJAR, MAKASSAR — Arus mudik lebaran 2026 diprediksi akan sangat padat. Pemudik ke Sulsel membludak hingga 5,36 juta orang.
Berbagai persoalan bisa menjadi faktor-faktor yang membuat kemacetan semakin parah. Selain volume kendaraan yang meningkat selama arus mudik, faktor lain seperti infrastruktur jalan hingga kehadiran pasar tumpah bisa menghambat mobilitas pemudik.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi memberi perhatian khusus kepada keberadaan pasar tumpah di jalur-jalur mudik. Pasar tumpah merupakan model pasar tradisional yang muncul secara mendadak di pinggir jalan dengan bangunan yang bersifat sementara.
Umumnya pasar tumpah ini didominasi pedagang bahan pokok atau pedagang kaki lima yang berjualan di bahu jalan. Dalam momentum menjelang lebaran, seringkali pasar tumpah kian melebar di tepi ruas jalan poros utama.
Kondisi ini rawan menyebabkan kemacetan. Apabila pembeli membludak ditambah kendaraan parkir juga memadati tepi jalan. Menhub Dudy pun mencatat ada tujuh pasar tumpah di Sulsel yang rawan menyebabkan kemacetan.
“Pasar tumpah seringkali menimbulkan kepadatan panjang saat saudara kita akan melakukan perjalanan pulang kampung,” kata Dudy dalam Rakor Persiapan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 27 Februari.
Titik pertama di Pasar Mandai, perbatasan Kota Makassar – Kabupaten Maros. Pasar Mandai terletak di Jl Perintis Kemerdekaan Km 19, Kecamatan Biringkanaya. Lokasi Pasar Mandai vital mempengaruhi kepadatan jalan, mengingat titiknya tepat berdampingan dengan Simpang 5 Mandai perbatasan Kota Makassar – Kabupaten Maros.
Titik berikutnya di Pasar Tradisional Tompo, Kabupaten Barru. Pasar Tradisional Tompo terletak di Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Ketiga di Pasar Tumpah Poros Pallangga, Kabupaten Gowa. Titik di poros jalur selatan ini juga rawan terjadi kemacetan. Mengingat jalur tersebut merupakan ruas mudik utama keluar dari Kota Makassar.
Keempat di Pasar Lambocca, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Pasar ini memang terletak di tepi jalan poros utama Kabupaten Banteng ke Kabupaten Bulukumba. Ketika pasar tumpah ke tepi jalan, rawan terjadi kemacetan imbas kerumunan pedagang, pembeli hingga parkiran kendaraan yang tidak teratur.
Kelima di Pasar Sentral Sam Ratulangi, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Pasar Sentral Bulukumba ini berada di tepi ruas utama menuju Kabupaten Sinjai. Pasar keenam dan ketujuh berada di Kota Makassar. Yakni Pasar Kalimbu, Jl Veteran Utara, Kecamatan Bontoala, Makassar Serta Pasar Rakyat Tello, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
“Perlu adanya pengaturan khususnya untuk parkir dan angkutan umum agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tegas Dudy.
Pergerakan mudik di Sulawesi Selatan (Sulsel) tahun 2026 ini bakal masuk jajaran terbesar secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan pemudik baik yang berangkat dari maupun menuju Sulsel, tergolong tinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia. “Sulsel itu merupakan daerah yang cukup padat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, khususnya transportasi udara dan laut,” ujar Dudy.
Kategori provinsi asal pemudik, Sulsel menempati urutan keenam secara nasional. Lima besar ditempati Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten. Dengan posisi tersebut, Sulsel menjadi provinsi asal pemudik terbesar di luar Pulau Jawa.
Jumlah warga yang diperkirakan melakukan perjalanan mudik dari Sulsel ke wilayah lainnya mencapai 3,92 juta orang atau sekitar 2,7 persen dari total pergerakan nasional.
Sementara itu, dari sisi provinsi tujuan mudik, Sulsel berada di peringkat kelima nasional. Empat besar ditempati Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. Artinya, Sulsel kembali menjadi provinsi tujuan mudik terbesar di luar Pulau Jawa.
Jumlah pergerakan orang dengan tujuan ke Sulsel diperkirakan mencapai 5,36 juta orang atau sekitar 3,40 persen dari total nasional. Data ini menunjukkan Sulsel bukan hanya daerah pengirim pemudik dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi salah satu tujuan utama arus mudik di Indonesia.
“Hal-hal yang menjadi perhatian kami diantaranya cuaca yang perlu menjadi perhatian kita bersama, perlu melakukan mitigasi berkaitan dengan cuaca,” ucap Dudy.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Andi Erwin Terwo mengaku akan menyiapkan posko terpadu di beberapa titik. Termasuk titik rawan kemacetan di arah keluar kota Makassar, tepatnya di Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.
“Begitu juga titik rawan kemacetan di Maros simpang 3. Kalau mudik seperti ini luar biasa kemacetan bisa beberapa jam disana,” kata Erwin.(uca)





