Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3), di tengah memanasnya eskalasi Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
Pantauan di lokasi, tampak Menko Pangan Zulkifli Hasan yang mengenakan setelan kemeja putih tiba pada pukul 15.39 WIB. Kemudian menyusul hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Saat ditanya mengenai agenda pembahasan, Bahlil mengungkapkan bahwa isu utama yang dibicarakan adalah kondisi geopolitik di Timur Tengah, terutama dampak penutupan Selat Hormuz oleh Iran terhadap pasokan minyak global.
"Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran," kata Bahlil.
Terkait langkah mitigasi, Bahlil menyebut pihaknya akan terlebih dahulu menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN) sebelum menyampaikan laporan resmi kepada Presiden.
"Nanti, saya besok InsyaAllah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan," ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa harga minyak mentah Brent mulai mengalami kenaikan seiring eskalasi konflik.
"Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik," katanya.
Meski demikian, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam kondisi aman. "Masih cukup, 20 hari," ujarnya.





