JAKARTA, KOMPAS.com – Seorang pengemudi ojek pangkalan menjadi korban dugaan hipnotis oleh pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Makasar, Jakarta Timur.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Informasi tersebut disampaikan petugas keamanan SPBU, Agus Sunarya (50), yang berada di lokasi saat kejadian. Akibat kejadian tersebut, sepeda motor milik korban dibawa kabur pelaku.
Menurut Agus, pelaku datang ke SPBU bersama korban dengan berboncengan menggunakan sepeda motor milik korban.
Baca juga: BBM Tercampur Air di SPBU Bekasi Bikin Puluhan Kendaraan Mogok, Kok Bisa?
"Pada saat kejadian pelaku datang ke SPBU mengaku dari kasat narkoba Polda Metro Jaya. Kemudian saya langsung koordinasi dengan komandan saya, anggota. Setelah itu saya koordinasi dengan Pak RT Setempat," tutur Agus saat ditemui, Senin (2/3/2026).
Agus mengaku sempat mencoba memastikan identitas terduga pelaku dengan menghubungi komandannya dan Ketua RT setempat. Namun, saat ia melakukan panggilan telepon, pelaku dan korban tiba-tiba meninggalkan lokasi.
"Setelah saya telepon Pak RT itu hanya sebentar saja, pelaku sama korban langsung keluar, udah ga ada. Setelah itu saya tidak tahu lagi," ucap Agus.
Ia menegaskan, pelaku datang seorang diri dan berboncengan dengan korban. Namun, terkait klaim pelaku sebagai anggota polisi, Agus tidak dapat memastikan kebenarannya.
"Saya kurang tahu itu benar polisi atau bukan, yang jelas pelaku ada satu orang, berboncengan dengan korban," jelasnya.
Keesokan harinya, Sabtu (28/2/2026), korban kembali mendatangi SPBU tersebut untuk menanyakan keberadaan pelaku kepada petugas keamanan.
Baca juga: BBM Tercampur Air di SPBU Bekasi, Sumber Diduga dari Keran
"Korban besok harinya, Sabtu ke sini, menanyakan ke saya, kenal dengan pelaku atau Tidak. Saya bilang tidak kenal, saya baru lihat," jelas Agus.
"Dia cerita bahwa dia telah dihipnotis, motornya dibawa kabur pelaku. Jadi dibawa kaburnya di wilayah Kramat Jati," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan yang diterima Agus dari korban, pelaku awalnya menggunakan jasa ojek korban dari kawasan depan Terminal Pinang Ranti.
"Pelaku infonya sebagai pelanggan naik dari depan terminal asrama haji, terus menurut keterangan korban dia sempet diminta anter pelaku ke Polsek Makasar terus pelaku sempet masuk sebentar aja mungkin seolah olah untuk meyakinkan korban kalau dia dari anggota," jelasnya.
"Nah abis itu baru ke SPBU sini. Korban bilang setelah motornya diambil, dia sempet bengong sebentar terus baru sadar motornya diambil pelaku," ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait laporan dan tindak lanjut atas peristiwa tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




