Kapal Nelayan di Indramayu Terbalik Ditabrak Tongkang: 2 ABK Tewas, 4 Hilang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kecelakaan tragis terjadi terhadap kapal nelayan KM Almujib di perairan Pulau Rakit atau Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu (28/2). Perahu berukuran 6 GT tersebut diduga tenggelam setelah dihantam sebuah kapal tongkang.

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengkonfirmasi insiden tersebut. Akibat kejadian ini, dua orang dinyatakan meninggal dunia, dua selamat, dan empat lainnya masih dalam pencarian.

‎Kronologi Kejadian: Dihantam Saat ABK Beristirahat

Peristiwa bermula saat KM Almujib yang membawa 8 ABK (Anak Buah Kapal) bertolak dari Karangsong menuju perairan Pulau Biawak pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah sempat menebar jaring dan beraktivitas, para kru memutuskan untuk beristirahat di atas kapal sekitar pukul 19.00 WIB.

‎"Sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu ABK bernama Avin terbangun dan melihat kapal tongkang dengan nomor lambung 3009 mendekat. Kapal tersebut langsung menabrak lambung kiri KM Almujib yang saat itu dalam posisi mesin mati," ujar AKP Asep dalam keterangannya, Minggu (1/3).

‎Benturan keras tersebut membuat KM Almujib terseret selama 10 menit hingga air masuk dan menenggelamkan kapal.

‎Dalam kondisi gelap dan mencekam, para ABK berusaha menyelamatkan diri dengan alat seadanya seperti jerigen bekas solar dan gabus (styrofoam).

‎Data Korban: 4 Nelayan Masih Hilang

‎Tim SAR dan kepolisian telah mengidentifikasi para korban yang terlibat dalam kecelakaan ini:

Korban Meninggal Dunia:

Korban Selamat:

Korban Hilang (Dalam Pencarian):

‎Proses Evakuasi

‎Korban selamat, Avin dan Carudin, berhasil dievakuasi oleh KM Sri Mulya pada Minggu (1/3) dini hari sekitar pukul 04.30 WIB.

‎Sementara itu, jenazah Jupri dan Wandi ditemukan oleh KM Cahaya Langgeng dan langsung dibawa ke daratan untuk diserahkan ke pihak kepolisian.

‎Hingga saat ini, bangkai kapal KM Almujib dilaporkan masih dalam posisi terapung terbalik di sekitar lokasi kejadian. Tim gabungan masih terus melakukan upaya pencarian terhadap empat korban lainnya yang hingga kini belum ditemukan.

Pencarian Diperluas

‎Pencarian yang memasuki hari ketiga setelah kapal nelayan tersebut tenggelam diperluas. ‎Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana menyatakan bahwa operasi hari ini difokuskan pada penyisiran area berdasarkan prediksi sebaran korban (SAR Map).

Sejumlah armada dikerahkan dari titik berbeda untuk memperluas jangkauan pencarian.

‎"Tim mengerahkan KN SAR Setyaki 202 dari Pelabuhan Cirebon, serta Kapal VIII 2472 Polair Polres Indramayu dan RBB KPLP dari Pelabuhan Karangsong menuju lokasi kejadian," ujar Ade Dian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langit Timur Tengah Dipenuhi Rudal, Harga Emas Antam Meroket
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Spesifikasi dan Harga Redmi A7 Pro: Layar 120Hz & Baterai 6.000 mAh
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Baca Doa Ini Sebelum Shalat Subuh, Hajat Cepat Terkabul Kata Ustaz Adi Hidayat
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Menko Cak Imin Imbau WNI di Timur Tengah Tingkatkan Kewaspadaan
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Iran Tolak Larangan Trump soal Serangan Balasan: Kami Punya Hak Bela Diri
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.