Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meresmikan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat. Revitalisasi ini tidak hanya menyegarkan tampilan visual jembatan bersejarah tersebut, tetapi juga menambahkan fasilitas modern untuk menjamin kenyamanan dan inklusivitas bagi seluruh warga Jakarta.
“Peresmian mundur dua hari. Pada waktu itu, saya menyampaikan akan diresmikan akhir Februari, tetapi sekarang tanggal 2 Maret baru kita resmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Sarinah,” ujar Pramono usai prosesi peresmian di Jakarta Pusat, dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga :
Dedikasi Tinggi, Try Sutrisno Kantongi 19 Tanda Kehormatan NegaraPramono menekankan nilai sejarah tinggi yang melekat pada struktur ini, mengingat JPO Sarinah adalah jembatan penyeberangan pertama di Jakarta yang diresmikan oleh Ali Sadikin pada 1968 silam. Dalam transformasi terbarunya, Pemprov DKI memastikan aspek aksesibilitas menjadi prioritas utama, terutama bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
“Apakah mau menggunakan lift atau pelican crossing yang tetap kita operasikan. Sehingga dengan demikian, masyarakat yang suka berjalan akan punya pilihan untuk menyeberang, tetapi bagi yang berkebutuhan khusus bisa memanfaatkan ini,” jelas Pramono.
Selain penambahan lift, area pedestrian di sekitar bawah jembatan juga akan diperluas hingga 2,6 meter untuk memberikan ruang gerak yang lebih lega bagi pejalan kaki. Proyek ini merupakan hasil sinergi lintas instansi, di mana pendanaannya bersumber dari anggaran korporasi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Direktur Utama TransJakarta, Welfizon Yuza, menambahkan bahwa saat ini pengerjaan masih dalam tahap pertama. Rangkaian perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut akan berlanjut pada pertengahan tahun ini dengan melibatkan pihak pengembang MRT Jakarta.
“Jadi, pada Mei nanti akan ada pelebaran trotoar lebih kurang 2,6 meter, sehingga nanti akses pedestrian akan menjadi punya ruang yang lebih lega,” kata Welfizon.
Meski detail anggaran belum dirinci secara spesifik, wajah baru JPO Sarinah ini diharapkan menjadi standar baru bagi fasilitas publik di ibu kota yang menggabungkan aspek sejarah dengan fungsionalitas modern.



