Perang AS-Israel Vs Iran, Pakar Sebut Swasembada yang Diusahakan Prabowo Jadi Relevan

okezone.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran global. Serangan udara, balasan rudal, hingga ancaman penutupan Selat Hormuz menandai babak baru ketegangan di Timur Tengah yang dampaknya dapat menjalar ke seluruh dunia.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, mengatakan, situasi ini bukan sekadar konflik regional, melainkan alarm keras bagi stabilitas ekonomi global, termasuk Indonesia.

“Ketahanan dalam negeri bukan lagi slogan. Ia menjadi kebutuhan mendesak. Ketika dunia tidak stabil, negara harus berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Agung di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Baca Juga :
Serangan Rudal Iran Tembus Iron Dome, Tewaskan Setidaknya 12 Orang di Israel

“Program kemandirian bangsa yang tengah didorong pemerintah menjadi relevan. Swasembada pangan, swasembada energi, hingga kemandirian industri bukan sekadar janji politik. Ia adalah strategi bertahan,”sambungnya.

Agung menjelaskan, sekitar seperlima distribusi energi dunia melintasi Selat Hormuz. Jika jalur tersebut terganggu, negara-negara pengimpor energi akan menghadapi tekanan berat. Dalam konteks inilah, menurutnya, upaya memperkuat ketahanan dalam negeri menjadi sangat relevan.

Menurutnya, swasembada pangan menjadi benteng pertama dalam menghadapi gejolak global. Dengan cadangan beras nasional yang meningkat dan komitmen untuk tidak bergantung pada impor, Indonesia memiliki bantalan terhadap potensi gangguan distribusi global.

“Ketika jalur logistik global terganggu, ketika kapal-kapal tertahan akibat konflik, rakyat tetap harus makan. Kemandirian pangan menjadi benteng pertama. Program Makan Bergizi Gratis juga memainkan peran penting. Ia menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Sekaligus menciptakan lapangan kerja. Ekonomi domestik bergerak dan daya beli terjaga,” katanya.

Baca Juga :
MUI Desak Indonesia Keluar BoP Pasca AS Serang Iran, Ini Respons Gerindra

Selain pangan, sektor energi dinilai menjadi prioritas berikutnya. Ketergantungan terhadap impor energi, lanjut Agung, merupakan kerentanan struktural yang harus dikurangi secara bertahap melalui peningkatan produksi dalam negeri, penguatan kilang, serta diversifikasi sumber energi.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Selasa 3 Maret 2026: Hujan Ringan Siang-Sore Hari
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Satlantas Polres Jeneponto Bagikan Ratusan Paket Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Harga Mobil Bekas Toyota Avanza per Maret 2026
• 48 menit lalumedcom.id
thumb
Gubernur Nonaktif Riau Abdul Wahid Segera Disidang Terkait Kasus Dugaan Pemerasan
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Pelatih Persebaya Sanjung Mental Tim Usai Tahan Imbang Persib
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.