Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS

suara.com
9 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, menegaskan tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat pasca serangan mereka.
  • Iran meragukan kepatuhan Amerika Serikat terhadap kesepakatan potensial yang mungkin dicapai melalui negosiasi.
  • Iran mengharapkan dukungan dan kecaman keras dari negara sahabat dan negara-negara Islam atas serangan tersebut.

Suara.com - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada negosiasi bagi Iran pasca serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Iran tidak yakin AS akan patuh terhadap kesepakatan yang dihasilkan bila dilakukan negosiasi.

"Tetapi bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami yaitu Amerika Serikat," kata Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman Duta Besar Iran di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

"Dikarenakan apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan?," katanya menambahkan.

Di sisi lain, Iran berharap besar dukungan kepada negara-negara sahabat atas yang terjadi di Teheran.

Bukan hanya kepada negara sahabat, Iran berharap negara-negara Islam atau berpenduduk muslim dapat mengutuk serangan yang dilakukan AS sejak Sabtu lalu.

"Kami berharap negara-negara Islam, apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," katanya.

Sebelumnya seperti diberitakan The Wall Street Journal, Israel dan Amerika Serikat telah menyerang lebih dari 2.000 target di seluruh Iran sejak meluncurkan serangan militer gabungan pada Sabtu dini hari.

Menurut laporan itu, serangan dimulai pada Sabtu pagi dan melibatkan operasi udara berskala besar. Militer Israel menyatakan telah menembakkan ribuan amunisi dan melaksanakan lebih dari 700 sorti di wilayah Iran sejak awal penyerbuan.

Baca Juga: Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan 3 Opsi Darurat

Target yang dilaporkan mencakup tokoh militer dan politik senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta para komandan Korps Garda Revolusi Islam, selain sistem pertahanan udara, rudal balistik dan peluncurnya, fasilitas intelijen, serta pusat komando.

Seorang pejabat militer Israel mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pasukan Israel dan Amerika Serikat bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menyusun daftar target yang komprehensif, dengan menghabiskan ribuan jam untuk mengumpulkan intelijen dan mempersiapkan operasi.

Serangan gabungan yang diluncurkan pada Sabtu itu dilaporkan menewaskan sejumlah pemimpin puncak Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Eko Saputra, Wasit yang Anulir Gol Kakang Rudianto di Laga Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
ASDP Siapkan 25 Kapal Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Lintasan Ketapang–Gilimanuk
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Dubes Iran: AS-Israel Tak Hormati Bulan Ramadan
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Swasta Akui Setor Rp 4,4 M ke Pejabat Kemnaker, Hakim: Tak Jadi Tersangka?
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Salat Gerhana 3 Maret Jam Berapa? Simak Juga Niat dan Tata Caranya
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.