Beda Nasib Jebolan Super League: PSS Sleman Mengarah ke Kasta Tertinggi, PSIS Semarang Masih Terjebak Zona Merah

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SLEMAN — Peta persaingan Grup B Liga 2 kian mengerucut. Di satu sisi, PSS Sleman kian mantap memimpin perburuan tiket promosi. Di sisi lain, PSIS Semarang justru masih tercekat di dasar klasemen, dibayangi ancaman gagal kembali ke kasta tertinggi.

Di Stadion Surajaya, Lamongan, PSS menunjukkan kedewasaan permainan. Kemenangan tipis 1-0 atas Persela Lamongan menjadi penegas konsistensi Super Elang Jawa. Gol cepat Irvan Mofu pada menit kedelapan—memaksimalkan umpan Frederic Injai—cukup untuk menjaga jarak di puncak.

Empat puluh lima poin kini dikoleksi PSS. Bukan hanya angka, melainkan akumulasi ketenangan dan efisiensi. Mereka tak lagi bermain meledak-ledak, melainkan efektif—cukup satu gol, lalu disiplin menjaga ritme.

Dari Lamongan, sorotan bergeser ke Sidoarjo. Di Stadion Delta, PS Barito Putera mengakhiri puasa kemenangan yang membebani dalam enam laga terakhir. Kemenangan 2-0 atas Deltras FC menjadi pelepas tekanan.

Wildan Ramdani membuka keunggulan pada menit ke-18 lewat assist Rizki Pora. Alexsandro menggandakan skor di menit ke-31, memanfaatkan umpan Ferdiansyah. Tiga poin itu mengangkat Barito ke posisi kedua dengan 41 poin—membuka kembali asa promosi langsung.

Sementara di Stadion Sriwedari, Solo, Kendal Tornado FC mengamankan kemenangan penting atas Persipura Jayapura. Tuan rumah unggul cepat lewat Kushedya Hari Yudo pada menit ketiga, hasil kombinasi dengan M. Ragil. Gol kedua lahir pada menit ke-61, kali ini M. Ragil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan A. Prasetyo.

Persipura sempat memperkecil ketertinggalan lewat W. Lungo di masa tambahan waktu, memanfaatkan assist Boaz Solossa. Namun skor akhir tetap berpihak kepada Tornado. Dengan 40 poin, mereka sejajar dengan Persipura—membuat persaingan tiga besar semakin rapat.

Di Balikpapan, cerita berbeda tersaji. Di Stadion Batakan, Persiba Balikpapan dan PSIS Semarang berbagi angka setelah bermain tanpa gol. Hasil imbang itu tak banyak membantu PSIS. Dengan 16 poin, mereka tertahan di peringkat kesembilan—zona merah yang belum juga terlepas.

Liga 2 masih menyisakan enam pertandingan di putaran ketiga. Artinya, peluang belum sepenuhnya tertutup. Namun waktu tak lagi panjang. Tim peringkat pertama akan promosi langsung, sedangkan peringkat kedua harus melewati playoff melawan runner-up Grup A.

Bagi PSS Sleman, jalan menuju kasta tertinggi mulai terlihat jelas. Stabilitas menjadi kunci. Bagi PSIS Semarang, setiap laga tersisa adalah final kecil—pertaruhan untuk bertahan.

Sepak bola kerap menghadirkan ironi. Dua tim dengan sejarah berbeda, kini berada di dua kutub yang kontras: satu menatap promosi, satu lagi berjuang menghindari degradasi. Di sisa enam pekan, nasib akan ditentukan—bukan oleh reputasi, melainkan oleh ketahanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timur Tengah Memanas Pasca AS-Israel Serang Iran, Kemenhaj: 6.047 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Indonesia
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Gerhana Bulan Total Besok 3 Maret 2026 Dapat Dilihat di Mana Saja? Ini Kata BMKG
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Ancaman Perang Total: Adu Rudal Israel-Hizbullah Pasca-Serangan Iran
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Stok Pangan Nasional Surplus Jelang Lebaran 1447 H, Mentan Pastikan Pasokan Aman dan Harga Stabil
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Kisah Jemaah Umrah Tak Bisa Pulang ke RI Imbas Perang AS-Israel vs Iran
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.