Polisi Periksa 5 Saksi dalam Perampokan Sadis di Bekasi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Polisi memeriksa sejumlah saksi dalam dugaan perampokan yang menewaskan EU (65) dan membuat istrinya, PW (60), kritis. Peristiwa itu terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri Blok B4 No 14, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Kanit Jatanras Polres Metro Bekasi Kota AKP Imam Prakoso mengatakan, hingga saat ini lima orang telah diperiksa di Polsek Pondok Gede.

"Sementara ini lima orang saksi masih diperiksa di Polsek (Pondok Gede)," kata Imam saat dikonfirmasi, Senin.

Imam mengungkapkan, kelima saksi tersebut terdiri atas kerabat korban, asisten rumah tangga, petugas keamanan kompleks, serta tetangga korban.

Baca juga: Suami Tewas dan Istri Kritis di Bekasi Diduga Dianiaya, Pelaku Masuk Rumah lewat Jendela

"Saksinya ada pembantu, sekuriti dan tetangga rumah korban," ujarnya.

Sementara itu, penyidik gabungan dari Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota dan Jatanras Polda Metro Jaya menyita sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya kasur dan sprei milik korban yang terdapat ceceran darah.

"Untuk barang bukti saat ini kami mengamankan kasur yang ada darahnya semua. Serta yang ada indikasi. Masih kami kumpulkan, masih kami lakukan pendataan," ujar Kasat

Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal di lokasi.

Andi menyebutkan, dugaan sementara mengarah pada tindak pidana perampokan. Namun, polisi masih mendalami motif pasti dalam kasus tersebut.

"Masih dalam lidik, kami belum bisa menyimpulkan saat ini. Tapi yang disampaikan anak korban, gelang emas di tangan ibunya hilang, kunci mobil dua-duanya hilang," ujar Andi.

Meski demikian, dua unit mobil milik korban diketahui masih terparkir rapi di garasi rumah. Alat penyalur daya untuk mobil listrik juga masih terpasang.

Baca juga: Suami Tewas dan Istri Kritis di Bekasi, Diduga Dianiaya Benda Tumpul

Saat ditemukan, EU berada di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah. Sementara itu, PW tergeletak di lantai kamar. Andi menyebutkan, EU meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan PW dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, kedua korban mengalami luka akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jenazah EU telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan visum dan autopsi. Sementara itu, PW dirawat intensif di Rumah Sakit Primaya.

Andi menambahkan, penyelidikan kasus ini melibatkan personel dari Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, hingga Jatanras Polda Metro Jaya guna mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan perampokan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Ungkap Penyesalan Mahasiswa Pembacok Mahasiswi di Riau
• 7 jam laludetik.com
thumb
TB Hasanuddin: Usai Masuk BoP, Mampukah Indonesia Diterima Iran sebagai Fasilitator?
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Puncak Gerhana Bulan Total Dimulai Besok Petang: Kemenag Himbau Umat Islam Sholat Khusuf
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Simak Jadwal Acara Metro TV Selasa, 3 Maret 2026
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tingkatkan Kesadaran Keselamatan dan Antipelecehan, KAI Daop 9 Jember Edukasi 1.000 Siswa SMAN Kalisat
• 17 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.