Bangkit Lawan AS Roma, Spalletti Beberkan Target Sebenarnya Juventus

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengaku punya perasaan campur aduk usai timnya bermain imbang 3-3 kontra AS Roma di Stadio Olimpico.

Di satu sisi, ia puas dengan reaksi dan mentalitas anak asuhnya. Namun, di sisi lain, Spalletti tak bisa sepenuhnya bahagia jika melihat perjalanan musim secara keseluruhan, termasuk kegagalan di Liga Champions.

Bianconeri sebelumnya menunjukkan semangat pantang menyerah saat memaksa Galatasaray bermain hingga perpanjangan waktu pada babak play-off Liga Champions UEFA, meski akhirnya tersingkir dengan agregat 5-7.

Mereka sempat bangkit dari kekalahan 2-5 di leg pertama dan tetap berjuang meski bermain dengan 10 orang.

Mental baja itu kembali terlihat saat menghadapi Roma. Juventus tertinggal 1-3 hingga menit ke-78, sebelum Jeremie Boga dan Federico Gatti mencetak gol penyama kedudukan untuk mengakhiri laga dengan skor 3-3.

“Jika kita berbicara tentang reaksi publik, maka ya, saya senang, tetapi jika kita melihat musim pertama, maka saya tidak terlalu senang,” kata Spalletti kepada DAZN Italia, Senin (2/3/2026).

“Kita harus melakukan evaluasi objektif di sini. Kita tersingkir dari Liga Champions dengan cara seperti itu setelah bermain selama 120 menit dan mengembalikan situasi yang tadinya sulit diatasi menjadi sesuatu yang sangat sulit," tambahnya.

Spalletti turut menyoroti kelemahan timnya dalam proses terjadinya gol kedua dan ketiga Roma. 

Ia menilai anak asuhnya terlalu lambat dalam mengantisipasi situasi.

“Namun, kami juga terlalu lambat pada gol kedua dan ketiga. Para pemain percaya diri, mereka berjuang keras, tetapi kami juga menempatkan diri kami dalam situasi itu,” ujarnya.

Menariknya, dua gol comeback Juventus dicetak oleh pemain pengganti. Bahkan, tendangan bebas di akhir pertandingan juga dieksekusi oleh pemain cadangan lainnya, Edon Zhegrova.

Ketika ditanya apakah dirinya selalu yakin perubahan dari bangku cadangan akan berdampak besar, Spalletti memberikan jawaban penuh keyakinan.

“Ketika Anda berusia 66 tahun seperti saya, Anda juga akan menyadari bahwa Anda selalu percaya, dan itulah yang harus Anda wariskan kepada para pemain,” ujarnya.

“Ada gelombang antusiasme yang tercipta dari momen-momen berkualitas. Boga memiliki intuisi dan dapat menciptakan situasi dari ketiadaan, begitu pula Kenan Yildiz dan Zhegrova. Kita harus selalu memiliki keyakinan, dalam olahraga dan dalam kehidupan.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Spiral Eskalasi Konflik Pakistan–Afghanistan: Akar Lama, Dimensi Geopolitik Baru
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Cek Jadwal Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini 2 Maret 2026, Jangan sampai Kelewatan!
• 19 jam laludisway.id
thumb
Unhas dan Tiga Universitas Jepang Perkuat Global Nursing Berbasis SDGs melalui Summer Program 2026
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Nonton Live Streaming Persebaya Surabaya Vs Persib Bandung di BRI Super League
• 59 menit lalubola.com
thumb
Sidang Etik Bripda Pirman, Dipecat dari Polri dan Terancam 10 Tahun Penjara
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.