Jakarta, ERANASIONAL.COM – Wacana debat terbuka soal Hak Asasi Manusia (HAM) antara Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, dan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, mengemuka setelah keduanya saling berbalas cuitan di media sosial X.
Zainal Arifin Mochtar menyatakan tidak keberatan jika debat tersebut benar-benar digelar secara terbuka.
“Saya pikir bagus saja kalau mau debat, lagi pula menurut saya bukan debat,” ucap Zainal Arifin Mochtar, dikutip dari Kompas, Senin (2/3/2026).
Menurut pria yang akrap disapa Uceng itu, forum terbuka itu penting agar publik mengetahui capaian konkret pemerintah dalam penegakan HAM selama dua tahun terakhir.
Ia menyebut kondisi penegakan HAM belakangan ini dinilai cukup berantakan dan perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.
“Menurut saya bagus juga kalau Beliau mau datang, supaya jadi kayak semacam pertanggungjawaban terhadap kerja Dia,” ungkapnya.
Sejumlah televisi nasional hingga organisasi mahasiswa disebut telah menawarkan diri untuk memfasilitasi debat tersebut.
Menurut dia, debat yang dinantikan publik bukan sekadar adu teori, melainkan pemaparan kerja nyata.
“Saya sih berharap ini bukan, kalau debat teoritik sih ngapain. Itu urusan debat teoritik datangi kampus aja. Kalau publik kan barangkali yang dia berharap itu adalah apa sebenarnya yang sudah dilakukan,” ucapnya.
Saling balas cuitan itu bermula ketika Zainal Arifin Mochtar melalui akun X pribadinya menyatakan ingin belajar memahami HAM dari Natalius Pigai.
“Saya setuju dengan bapak, seringkali profesor itu dibesar-besarkan saja. Saya izin mau belajar memahami HAM dari bapak,”tulis Zainal Arifin Mochtar.
“Saya mau diskusi dan debatkan satu per satu kasus HAM di Indonesia yang katanya bapak udah amat pahami itu. Sebut saja kapan dan di mana saya bisa belajar,” sambungnya.
Natalius Pigai kemudian membalas dengan menyatakan kesediaannya berdebat secara langsung di televisi nasional dengan format siaran langsung.
“Saya setuju di TV Nasional dan Live. Anda yang undang maka saya minta anda yang siapkan. Kita bicara dalam tataran ilmiah. Saya benar-benar mau ajari anda soal HAM agar paham,”balas Natalius.
“Tapi nonton ini dulu untuk sekadar tambahan ilmu HAM anda sebelumnya debat dengan saya. Jujur saya sangat mau biar rakyat Indonesia nonton seberapa hebat ilmu HAM seorang Profesor,” tulisnya lagi. []





