Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan rencananya untuk merevitalisasi Museum Husni Thamrin. Ia menilai, perlu ada penghormatan yang wajar bagi tokoh Betawi dan tokoh pergerakan Indonesia ini.
“Begitu melihat Museum Husni Thamrin, yang ada dalam pikiran saya bagaimana tokoh yang sudah membesarkan Jakarta, yang sudah membesarkan Batavia ini, yang sudah membesarkan kaum Betawi, kita tidak memberikan penghormatan yang wajar,” kata Pramono saat menghadiri acara buka puasa bersama Majelis Kaum Betawi di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Ia juga menegaskan, keputusan revitalisasi sudah diambil dalam rapat internal Pemprov DKI. Ia mengungkapkan, jumlah anggaran yang disiapkan sekitar Rp 15 miliar. Rencana ini juga ia sampaikan di depan Gubernur Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo atau disapa Foke.
“Maka untuk itu, Bang Foke, dalam rapat minggu lalu saya sudah memutuskan untuk Museum Husni Thamrin kita akan revitalisasi. Biayanya 15 miliar rupiah,” ujarnya.
Pramono berharap setelah diperbaiki, museum tersebut bisa menjadi tujuan edukasi bagi pelajar maupun masyarakat yang datang ke Jakarta, tidak hanya wisata populer seperti Monas atau Ancol.
“Dan saya pengin bahwa museum ini kalau orang datang ke Jakarta, terutama para pelajar, itu tidak hanya sekadar datang ke Monas, Ancol, Taman Mini, saya berharap betul mereka belajar dari Husni Thamrin,” kata dia.
Ia juga menargetkan museum tersebut nantinya menjadi ruang belajar sejarah Jakarta yang lebih layak dan menarik bagi pengunjung.
“Dan nanti kita akan membuat museum itu betul-betul patut, pantas orang untuk belajar bagaimana tentang Jakarta,” tutur Pramono.




