Kebutuhan mengonsumsi air yang baik untuk kesehatan ginjal 

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Air kerap dianggap sebagai solusi dasar untuk hampir segala hal. Namun, sebenarnya mengonsumsi air terlalu banyak juga bisa berisiko untuk ginjal.

Menurut laporan Hindustan Times pada Senin (2/3) waktu setempat, seorang konsultan nefrologi di ISIC Multispeciality Hospital, Dr. Udit Gupta menjelaskan saran “minum lebih banyak air” sebenarnya lebih kompleks dan memiliki banyak aspek.

Pentingnya memahami seberapa banyak cairan yang benar-benar dibutuhkan. Jika tidak, bisa mengalami kelebihan cairan (overhidrasi), yang juga tidak baik bagi kesehatan.

Baca juga: Siasat menjaga kesehatan ginjal selama berpuasa

Baca juga: Waspada, Dokter: Minuman berwarna tingkatkan risiko gagal ginjal

Menurut ahli nefrologi tersebut, kebutuhan cairan tidak bersifat universal. Kebutuhan hidrasi berbeda-beda tergantung pada banyak faktor, termasuk berat badan, iklim, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Dr. Gupta menjelaskan seorang anak yang bermain olahraga di luar ruangan saat musim panas akan membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang dewasa yang bekerja santai di kantor dengan pendingin udara (AC).

Demikian pula, orang yang mengonsumsi makanan kaya air seperti buah dan sayuran mungkin memerlukan lebih sedikit asupan air langsung.

“Untuk kesehatan ginjal, yang terpenting adalah hidrasi yang konsisten sehingga mendukung produksi urine normal, biasanya sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari pada orang dewasa, disesuaikan untuk anak-anak berdasarkan ukuran dan usia,” kata dia.

Artinya, daripada berfokus pada jumlah gelas yang diminum, lebih baik memastikan tubuh menghasilkan jumlah urine yang sehat untuk membantu menyaring racun dari tubuh.

Dr. Gupta memperingatkan bahwa asupan air berlebihan tidak selalu bermanfaat, overhidrasi dapat mengencerkan kadar natrium dalam darah, kondisi yang dikenal sebagai hiponatremia, yang bisa berbahaya. Overhidrasi adalah kondisi serius yang berisko dapat merugikan kesehatan ginjal.

“Bagi kebanyakan orang sehat, minum melebihi rasa haus tidak akan ‘meningkatkan’ fungsi ginjal secara luar biasa. Ginjal bekerja secara efisien dalam rentang asupan cairan yang cukup luas,” ujar dia.

Warna urine sering dianggap sebagai indikator utama kecukupan hidrasi. Namun menurut ahli nefrologi, urine tidak harus selalu tidak berwarna.

Dalam beberapa kasus, urine yang benar-benar bening bisa menandakan overhidrasi. Sebaliknya, urine berwarna kuning pucat menunjukkan hidrasi yang cukup.

Baca juga: 5 menu sarapan pagi sehat untuk penderita penyakit ginjal

Baca juga: Bahaya minuman manis kemasan bagi jantung, ginjal, dan kesehatan gigi

Jika urine berwarna kuning gelap atau keemasan tua, itu menandakan dehidrasi dan perlu meningkatkan asupan cairan.

Rasa haus, yang biasanya ditandai dengan tenggorokan kering atau dorongan untuk minum, sebenarnya sering muncul ketika sudah mengalami dehidrasi ringan.

Ahli nefrologi tersebut mengingatkan bahwa kelompok tertentu, termasuk anak kecil dan lansia, mungkin tidak dapat mengenali sinyal haus dengan baik.

Ia menambahkan bahwa atlet, orang yang sedang demam, muntah, atau diare, serta mereka yang tinggal di iklim panas, perlu secara aktif menjaga hidrasi dan tidak hanya mengandalkan rasa haus sebagai petunjuk.

Menurut Dr. Gupta, sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 2–3 liter total cairan per hari, termasuk cairan dari makanan dan minuman.

Kebutuhan anak-anak bergantung pada usia dan ukuran tubuh. Namun, orang dengan kondisi medis tertentu perlu berhati-hati.

Dr. Gupta menyebutkan bahwa penderita penyakit ginjal, gangguan jantung, atau masalah medis tertentu harus mengikuti saran dokter, karena dalam beberapa kasus justru dianjurkan pembatasan cairan.

“Ginjal Anda dirancang untuk bekerja secara efisien; yang mereka butuhkan hanyalah cukup cairan, bukan berlebihan,” tutur dia.

Baca juga: Siasat terapkan diet tinggi protein tanpa ganggu kesehatan ginjal

Baca juga: Studi: Diet tinggi protein relatif aman bagi ginjal sehat

Baca juga: Dampak penyakit langka aHUS pada kekebalan tubuh dan kesehatan ginjal


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Mobil Mercedes-Benz Termurah Saat Ini, Ada yang di Bawah Rp1 Miliar
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Aktivitas Penerbangan Umrah di Bandara Juanda Berjalan Normal
• 15 jam lalubisnis.com
thumb
Konflik AS-Israel Vs Iran, Bagaimana Indonesia Bersikap?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Implementasi Undang Undang TPKS, Polri Luncurkan Modul Pelatihan Berperspektif Korban
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Organisasi Maritim Internasional sarankan kapal hindari Selat Hormuz
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.