Situasi konflik di kawasan Timur Tengah masih memanas sejak serangan awal Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari. Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.
Serangan AS dan Israel telah menewaskan sejumlah petinggi Iran, salah satunya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Belakangan, Iran telah menunjuk tokoh menggantikan sementara kursi pemimpin agung Iran tersebut.
detikcom merangkum sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai serangan duet AS-Israel terhadap Iran tersebut.
555 Orang di Iran Tewas, 200 di Antaranya Anak-anakKedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran untuk RI menyebut serangan AS dan Israel ke Iran telah menewaskan 555 orang. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya anak-anak.
"Dalam penyerangan ini, sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita kurang lebih dari 200 ajak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia," kata Dubes Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi di Rumah Dinas Kedubes Iran, Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Boroujerdi menyebut banyak di antara mereka adalah masyarakat sipil. Mereka yang menjadi korban tengah menjalankan ibadah puasa.
"Dan berbagai golongan masyarakat nonmiliter sipil yang sedang merayakan dan sedang menjalankan ibadah puasa, dalam keadaan puasa, dijadikan korban," katanya.
(fca/fca)





