Akademisi UNAS Sebut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Berpotensi Jadi Matahari Baru pada Pilpres 2029

jpnn.com
17 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Akademisi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta Firdaus Syam mengatakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpotensi jadi matahari baru pada Pilpres 2029.

“Menhan Sjafrie secara budaya politik memiliki peluang sebagai matahari baru dalam Pilpres 2029. Hal tersebut disebabkan, karena ia memegang posisi strategis dan punya karakter petarung karena berasal dari Indonesia Timur," ujar Firdaus Syam dalam diskusi publik yang digelar DPP Indonesia Youth Congress bertema "Posisi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Pilpres 2029: Jabatan Strategis dan Modal Politik” di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026.

BACA JUGA: Senator PFM Minta Dasco-Sjafrie Kolaborasi Pasang Badan Lindungi Prabowo

Menurut Firdaus, sosok Sjafrie ini adalah pejuang dan petarung. Orang-orang Sulawesi itu pada dasarnya berani-berani, cerdas, dan pejuang, misalnya seperti Bj. Habibie, Yusuf Kalla, Amir Yusuf hingga Sjafrie Sjamsoeddin.

Sementara itu, Peneliti Politik Milenial dan Penulis Buku Demokrasi dan Populisme Islam Gian Kasogi menyatakan Menteri Pertahanan Sjafrie adalah elite politik yang memiliki posisi strategis, jaringan inti Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: Sjafrie Sjamsoeddin Berpeluang Kuat Masuk Kandidat Capres 2029, dengan Catatan

Sebelumnya, hasil survei terbaru lembaga Indonesian Public Institute (IPI) menunjukkan sejumlah wajah baru masuk dalam bursa bakal calon presiden 2029. Termasuk, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, sejumlah Gubernur hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

“Berdasarkan hasil survei terbaru kami, sejumlah wajah-wajah baru masuk dalam bursa bakal capres 2029 seperti Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa," ujar Peneliti IPI Abdan Sakura dalam konferensi pers rilis hasil survei bertajuk 'Peta Elektabilitas Calon Presiden 2029' di Semanggi, Jakarta, Senin (9/2/2026).

BACA JUGA: Analisa Ray Rangkuti soal Peluang Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029

Wajah-wajah baru tersebut masuk dalam 10 besar tokoh untuk menjadi bakal capres 2029. Sjafrie Sjamsoeddin berada di urutan ke-7 dengan tingkat elektabilitas di angka 7,5 persen disusul Purbaya Yudhi Sadewa 4,9 persen dan Sherly Tjoanda 3,8 persen.

“Elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin bersaing ketat dengan sejumlah tokoh kepala daerah, seperti Mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan yang berada di urutan ke-4 dengan elektabilitas 8,5 persen, lalu Gubernur Jakarta sekarang Pramono Anung di urutan ke-5 (elektabilitas 7,8 persen) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (7,9 persen)," ujar Abdan.

Abdan menjelaskan munculnya wajah-wajah baru tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor mempengaruhi elektabilitas mereka seperti kepemimpinan, ketokohan, rekam jejak, publikasi media, integritas, visi - misi dan program kerja.

Abdan mencontohkan 4 indikator yang memperkuat elektabilitas Sjafrie Sjamsoeddin, seperti kepemimpinan dan ketokohannya di angka 44 persen, rekam jejak kepemimpinan 17 persen, rekomendasi lingkungan dan media 12 persen serta integritas 10 persen.

Dia menyebutkan tokoh-tokoh seperti Pramono Anung, Dedi Mulyadi, dan Syafri Syamsuddin tampil sebagai figur potensial yang memperoleh penilaian kelayakan cukup kuat, meski belum sepenuhnya terkonversi menjadi dukungan elektoral.

“Celah inilah yang membuka ruang bagi dinamika politik baru—terutama jika terjadi krisis, perubahan peta koalisi, atau absennya 'pemain utama. Sementara itu, rendahnya elektabilitas sejumlah tokoh populer menegaskan bahwa popularitas semata tidak lagi cukup di tengah pemilih yang semakin rasional dan kontekstual," ujar dia.

Lebih lanjut, Abdan mengatakan di puncak elektabilitas dikuasai Prabowo Subianto dengan angka 22,3 persen.

Angka tersebut jauh melampaui tokoh lainnya. Elektabilitas Gibran Rakabuming Raka berada di urutan kedua dengan angka elektabilitas 12,2 persen dan Ganjar Pranowo di angka 9 persen.

"Nama-nama besar masih mendominasi persepsi publik, seperti Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan menempati posisi teratas baik dalam penilaian kelayakan maupun elektabilitas, menunjukkan kuatnya pengaruh kekuasaan, kontinuitas elite, dan eksposur media dalam imajinasi pemilih. Namun, jarak antara tingkat kelayakan yang tinggi dan elektabilitas yang relatif moderat mengindikasikan satu hal penting, publik mengenal dan menilai, tetapi belum sepenuhnya menjatuhkan pilihan," pungkas Abdan.

Survei Indonesian Public Institute (IPI) digelar 30 Januari 2026 hingga 5 Februari 2026 terhadap 1.241 responden yang merupakan masyarakat berusia 17 tahun - 65 tahun dan berasal dari 35 Provinsi di Indonesia.

Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah Multistage Random Sampling. Metode ini adalah teknik sampling di mana pemilihan sampel dilakukan dalam beberapa tahap (stage), dari unit besar ke unit yang lebih kecil, dan setiap tahap dilakukan secara acak (random).

Berdasarkan teknik sampling tersebut, sampel berasal dari 35 Provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar 2,78 % pada tingkat kepercayaan ± 95 persen.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibu Korban Ungkap Detik-detik Penembakan Bertrand Eka Prasetyo, Sempat Diseret Polisi
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Cadangan BBM Australia Cukup untuk 36 Hari, Warga Diminta Tak Panic Buying
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Tinju Dunia Bulan Maret 2026: Ada Perebutan Gelar Juara Sebastian Fundora vs Keith Thurman
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Garuda Tangguhkan Penerbangan ke Doha, Kemenag Tangsel Pastikan Jamaah Umrah Aman
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Suasana Hangat Selimuti Pertemuan Mantan Presiden-Wapres hingga Ketum Parpol di Istana
• 4 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.