Jreng! Trump Umumkan Perang AS-Israel ke Iran Bakal Lama

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump berdiri bersama para pemimpin dunia yang berpartisipasi dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Institut Perdamaian AS di Washington, D.C., AS, 19 Februari 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Dalam komentar publik pertamanya sejak operasi militer diluncurkan, Trump mengungkapkan empat tujuan utama serangan yang diberi nama Operasi Epic Fury. Ia juga menyebut proyeksi durasi awal konflik bisa melampaui rencana semula.

"Sejak awal kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu," kata Trump, seperti dikutip AFP, Selasa (3/3/3026).


Baca: Perang AS-Israel Vs Iran Meluas, Negara Teluk Terjebak di Persimpangan

Meski demikian, ia menambahkan bahwa AS "jauh lebih maju dari proyeksi waktu kami," merujuk pada tewasnya sejumlah pemimpin senior Iran dalam gelombang serangan awal pada Sabtu.

Trump menegaskan empat sasaran utama operasi tersebut, yakni menghancurkan kemampuan rudal Iran, memusnahkan angkatan lautnya, memastikan Teheran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, serta menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di luar wilayahnya.

"Ini adalah kesempatan terakhir dan terbaik," ujar Trump.

Baca: Trump Kena "Tampar" Pejabat Sendiri, Tak Ada Bukti Iran Mau Serang AS

Di sisi lain, pernyataan Trump sebelumnya dinilai berubah-ubah. Dalam wawancara dengan New York Post, ia tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran.

"Saya tidak gugup mengenai pengerahan pasukan darat. Setiap presiden mengatakan tidak akan ada pasukan darat. Saya tidak mengatakannya," kata Trump.

Kepada CNN, ia juga mengisyaratkan eskalasi lebih besar. "Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang," ujarnya.

Baca: Taktik Licik Trump Serang Iran Terbongkar, Amerika Terpecah Belah

Keheningan Trump pada awal operasi, tanpa pidato nasional atau konferensi pers besar, memicu kritik dari sebagian pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) yang mengingat janjinya untuk menghindari perang baru. Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Trump telah menetapkan "tujuan yang jelas."

Hingga kini, pasukan AS dan Israel dilaporkan telah menyerang ratusan target di Iran, termasuk fasilitas rudal, angkatan laut, serta pusat komando dan kendali. Meski pemerintah AS menegaskan perang ini bersifat terbatas, sejumlah analis mempertanyakan apakah Washington memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan konflik panjang melawan Iran yang dinilai tangguh.


(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Operasi Militer As di Iran Berlanjut, Tegaskan Misi Berjalan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sistem Suspensi Mobil: Fungsi, Jenis, dan Tanda-Tanda Kerusakan
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Kabupaten Bogor naikkan target SPPG dari 500 jadi 700 dapur
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Belum Kantongi Izin PBG, Lapangan Padel di Kembangan Jakbar Disegel
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Tak Mau Macet Parah di Pelabuhan Merak, Kapolri Dorong Sistem First Come First In
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Pasca Serangan AS dan Israel ke Iran
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.