Kementerian Perhubungan memprediksi pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini mencapai 143,91 juta orang atau setara 50,6 persen dari total penduduk Indonesia. Berdasarkan Survei Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub 2026, sekitar 76,24 juta orang atau 52,98 persen diperkirakan menggunakan kendaraan pribadi.
Lonjakan tersebut membuat kondisi kendaraan, termasuk ban, menjadi perhatian utama. PT Bridgestone Tire Indonesia mengingatkan pentingnya memastikan kondisi ban dalam keadaan prima, khususnya bagi pengguna mobil hybrid.
Mobil hybrid memiliki bobot lebih berat dibanding mobil konvensional serta mengandalkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik. Karena itu, performa ban sangat berpengaruh terhadap efisiensi energi, kenyamanan, dan keselamatan. Baca Juga:
Elektrifikasi Indonesia Tumbuh Terstruktur, Hybrid Jadi Jembatan Transisi
“Mudik Lebaran adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga dan sanak saudara di kampung halaman tercinta. Persiapan ban yang tepat, khususnya bagi pengguna mobil hybrid, akan sangat membantu menjaga efisiensi energi sekaligus keselamatan di jalan,” ujar Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, melalui keterangan resminya. Tips Persiapan Ban Mobil Hybrid Sebelum Mudik 1. Pilih Ban dengan Hambatan Gulir Rendah Pengguna mobil hybrid disarankan menggunakan ban dengan teknologi low rolling resistance. Ban jenis ini membantu meningkatkan jarak tempuh, menekan konsumsi energi, serta mengurangi emisi CO2. 2. Cek Tekanan Angin Sesuai Rekomendasi Tekanan angin yang sesuai standar pabrikan berperan menjaga stabilitas dan efisiensi kendaraan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Baca Juga:
Generasi Terbaru Toyota Fortuner Tertangkap Kamera Uji Jalan di Thailand
- Periksa tekanan saat ban dalam kondisi dingin dengan alat ukur yang akurat.
- Lakukan pengecekan rutin setiap dua minggu.
- Ikuti standar tekanan yang tercantum pada stiker di pilar pintu pengemudi.
- Memeriksa kedalaman alur ban agar tidak melewati batas TWI (tread wear indicator).
- Memastikan tidak ada retakan, benjolan, atau keausan tidak merata.
- Melakukan spooring, balancing, dan rotasi ban untuk menjaga kestabilan saat berkendara jarak jauh.
- Pastikan tekanan ban cadangan lebih tinggi dari ban utama.
- Cek kompresor dan cairan sealant pada tire repair kit.
- Siapkan kunci roda, dongkrak, dan senter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





