EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Qatar pada Senin (2/3/2026) mengumumkan berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur Iran serta mencegat sejumlah rudal dan drone yang menargetkan negara tersebut. Sementara itu, UEA mengumumkan berhasul mencegat 15 rudal dan 148 drone.
Iran meluncurkan serangan yang dilaporkan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah setelah Pemimpin Tertinggi mereka, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara Israel–AS.
Dalam sebuah pernyataan dikutip dari Qatar News Agency (QNA), Qatar menyebutkan bahwa Angkatan Udara Amiri Qatar menembak jatuh dua jet tempur Sukhoi Su-24 yang mendekat dari arah Iran.
Laporan itu menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Qatar juga mencegat tujuh rudal balistik, sementara lima drone berhasil dijatuhkan oleh angkatan udara dan Pasukan Angkatan Laut Amiri setelah drone tersebut menargetkan beberapa lokasi di seluruh wilayah negara.
Menurut kementerian Pertahanan Qatar, seluruh proyektil berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran yang dituju, sesuai dengan rencana operasional yang segera diaktifkan setelah ancaman terdeteksi.
Kementerian menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Qatar memiliki kemampuan penuh untuk menjaga kedaulatan dan wilayah negara serta merespons dengan tegas setiap ancaman eksternal.
Kementerian Pertahanan Qatar juga mengimbau warga negara, penduduk, dan pengunjung untuk tetap tenang, mengikuti instruksi yang dikeluarkan oleh otoritas keamanan, serta mengandalkan sumber resmi untuk memperoleh informasi
Sedangkan Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan angkatan udaranya berhasil mencegat sembilan rudal balistik dan enam rudal jelajah, serta 148 drone pada hari kedua setelah serangan militer AS–Israel terhadap Iran dilancarkan, menurut pernyataan dari kementerian pertahanan Uni Emirat Arab. .
Pihak berwenang melaporkan tidak ada korban jiwa yang terkait langsung dengan serangan pada hari itu; namun pada hari sebelumnya, tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan Iran di wilayah UEA.
Kementerian Pertahanan UEA menyatakan bahwa angkatan udara dan pasukan pertahanan udara UEA sepenuhnya mampu menghadapi berbagai ancaman. Kementerian UEA menegaskan bahwa keselamatan warga negara, penduduk, dan pengunjung tetap menjadi prioritas utama, serta memastikan bahwa pihaknya sepenuhnya siap untuk merespons setiap serangan lanjutan.





