Kementerian Pertahanan Qatar menyebut telah menembak jatuh dua pesawat pembom Iran dan menghentikan produksi LNG. Pertama kalinya serangan dilancarkan Qatar sejak serangan balasan Teheran ke pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah.
Dilansir AFP, Selasa (3/3/2026), serangan itu dilakukan ketika Teheran memperluas serangannya untuk menyerang fasilitas minyak di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam krisis Teluk yang meningkat tajam.
"Angkatan Udara Emir Qatar berhasil menembak jatuh dua pesawat (Su-24) yang datang dari Republik Islam Iran," kata kementerian pertahanan, tanpa menyebutkan awak pesawat tersebut.
Angkatan udara Qatar itu menembak jatuh dua pesawat pembom Sukhoi Su-24. Serangan balasan Iran telah menghantam pelabuhan, bandara, bangunan tempat tinggal dan hotel sekaligus situs militer di seluruh wilayah kaya minyak dan sekutu setia AS.
Tetapi ketika serangan meluas ke fasilitas energi, QatarEnergy, salah satu eksportir gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, menangguhkan produksi karena serangan drone di dua lokasinya.
Harga gas alam Eropa melonjak lebih dari 50 persen, sedangkan harga minyak naik hampir sembilan persen karena kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Militer negara-negara Teluk sejauh ini fokus pada pencegatan ratusan rudal dan drone yang diluncurkan oleh Iran setelah serangan AS-Israel menewaskan pemimpin tertingginya.
(fca/fca)





