BMKG: Waspadai hujan lebat di Jateng dampak Bibit Siklon Tropis 90S

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Cilacap (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah sebagai dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Banten-Jabar.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Selasa, mengatakan, berdasarkan pembaruan BMKG pada Selasa pagi pukul 07.00 WIB, sirkulasi Bibit Siklon Tropis 90S meningkatkan suplai uap air ke wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah.

“Walaupun berpeluang rendah menjadi siklon tropis, sistem ini tetap berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di Jateng,” katanya.

Ia memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi secara bertahap, terutama di wilayah selatan, dataran tinggi, dan kawasan pegunungan.

Baca juga: BMKG prakirakan cuaca di kota-kota besar umumnya diguyur hujan

Menurut dia, kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, khususnya di daerah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang optimal.

Selain hujan, kata dia, masyarakat juga diminta mewaspadai peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jateng

Bahkan, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa berpotensi mencapai 2,5-4 meter, yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil.

“Nelayan dan operator jasa pelayaran agar memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melaut dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan selain 90S, terdapat dua bibit siklon tropis lain yang turut terpantau, yakni 92P di sekitar Teluk Carpentaria dan 93S di barat laut Australia.

Baca juga: BMKG: Hujan akan guyur Jakarta Selasa siang

Menurut dia, kedua sistem tersebut juga berpeluang rendah menjadi siklon tropis, namun dapat memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah perairan Indonesia timur dan selatan.

“Bibit Siklon Tropis 92P berdampak pada peningkatan gelombang di Laut Arafuru, sementara Bibit Siklon Tropis 93S berkontribusi terhadap gelombang tinggi di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara,” katanya.

Meskipun dampak langsung ke wilayah Jateng lebih dominan dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 90S, dia mengatakan keberadaan tiga sistem tersebut menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup aktif di wilayah Indonesia.

Menurut dia, kondisi cuaca yang dipicu oleh tiga sistem tersebut diprakirakan berlangsung hingga Rabu (4/3) pukul 07.00 WIB.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada serta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Jateng,” kata Teguh.

Baca juga: BBMKG peringatkan kecepatan angin hingga 40 knot di perairan Bali


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selat Hormuz Ditutup Iran, DPR Minta Pemerintah Segera Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Retribusi Pala Fakfak Februari 2026 Tembus Rp98,9 Juta, Mutu Tetap Terjaga
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
PLN Tepis Isu Krisis Batu Bara, Ada 8 Perusahaan Pasok 87 Juta Ton
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
BMKG Prakirakan Kota-kota Besar bakal Diguyur Hujan
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK akan Panggil Produsen Rokok dan Miras Terkait Pengusutan Cukai
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.