Anak Cilincing Berenang di Laut Tercemar: Mama Tak Punya Uang Bayar Tiket Kolam Renang

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Berenang di kolam yang bersih dan dilengkapi dengan berbagai wahana seperti perosotan merupakan kegemaran sebagian besar anak.

Selain membuat senang, aktivitas berenang juga dapat menyehatkan dan merangsang pertumbuhan anak.

Tidak heran, bila sebagian orangtua rutin mengajak buah hatinya berlibur ke kolam renang.

Namun, sayangnya tidak semua anak beruntung bisa menikmati fasilitas kolam renang berbayar yang bersih.

Seperti yang dialami anak-anak di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, yang justru terpaksa memanfaatkan laut tercemar sampah sebagai ruang bermain.

Baca juga: Di Cilincing, Laut Tercemar Berubah Menjadi Arena Bermain Anak-anak

Hampir setiap sore, laut di Kalibaru Cilincing dipenuhi anak-anak untuk berenang, tanpa pengawasan orangtua.

Di tengah ombak dan semilir angin laut yang kencang, sembilan orang anak terlihat begitu gembira berenang di pinggir laut pada Jumat, (27/2/2026) sore.

Mereka terlihat begitu lihai berenang di laut bebas, meski tanpa pelampung, karena sudah terbiasa.

Tak mampu bayar tiket kolam renang

Salah satu anak bernama Aris (11), mengaku tidak pernah dimarahi orangtuanya ketika berenang di laut yang tercemar sampah.

Bagi dia, berenang di laut merupakan aktivitas yang seru dan gratis, sehingga tidak perlu meminta uang kepada orangtua.

Sebab, orangtuanya seringkali tidak punya uang jika harus membayar tiket kolam berenang yang lebih bersih.

"Soalnya mamahnya enggak punya uang bayar tiket kolam renang, jadi mending berenang di laut situ," ungkap Aris ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Andalkan Taman Gratis, Warga Cilincing Keluhkan Kondisi Taman Lestari yang Terbengkalai

Siswa sekolah dasar (SD) tersebut mengaku, berenang di laut tidak senyaman di kolam renang yang berbayar.

Sebab, kakinya seringkali terluka dan badannya gatal, usai berenang bersama sampah di laut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Anak lain, Rafa (8), juga mengaku kakinya pernah terluka ketika berenang di laut Kalibaru Cilincing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPIP Kenang Sosok Try Sutrisno: Jenderal Berdedikasi dan Penuh Disipilin
• 21 jam laludisway.id
thumb
BI Jaga Rupiah Saat Perang - Utang As Tembus Rp 648 Kuadriliun
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BMKG: Waspadai potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara 
• 22 jam laluantaranews.com
thumb
Potret Chaos di Konsulat AS Usai Serangan ke Iran, 25 Orang Tewas
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kronologi Kontak Tembak di Nabire, Aparat Berhasil Kuasai Markas KKB
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.