IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 7.900-8.050.
IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (3/3/2026), setelah anjlok tajam pada sesi sebelumnya.
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang 7.900-8.050 dibayangi tekanan asing dan inflasi.
"IHSG hari ini diprediksi koreksi dalam kisaran 7.900-8.050," tulis Ratih dalam risetnya, Selasa (3/3/2026).
Pada perdagangan kemarin, IHSG turun tajam 2,65 persen ke level 8.016 di tengah derasnya arus keluar dana asing (foreign outflow) senilai Rp631 miliar di seluruh pasar ekuitas.
Secara sektoral, hampir seluruh indeks mengalami pelemahan, kecuali sektor energi yang menguat 1,54 persen. Penguatan sektor energi didorong lonjakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang melesat 6,28 persen ke level USD71,23 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dari sisi domestik, tekanan terhadap IHSG juga datang dari pelemahan nilai tukar rupiah. Kurs referensi JISDOR terdepresiasi ke level Rp16.848 per dolar AS pada 2 Maret 2026, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik global.
Selain itu, rilis data inflasi Februari 2026 turut menjadi sentimen negatif. Inflasi tahunan tercatat sebesar 4,76 persen year-on-year (yoy), meningkat signifikan dibanding bulan sebelumnya 3,55 persen yoy dan berada di atas target Bank Indonesia di kisaran 1,5-3,5 persen.
Kenaikan inflasi dipengaruhi efek basis rendah (low base effect) setelah berakhirnya diskon tarif listrik rumah tangga 50 persen pada Januari-Februari 2026.
Dari eksternal, bursa Wall Street bergerak terbatas dengan kecenderungan positif. Indeks Nasdaq menguat 0,36 persen, sementara Dow Jones terkoreksi tipis 0,15 persen pada 2 Maret 2026.
Meski sempat melemah di awal sesi, investor melakukan aksi beli saat harga turun (buy on weakness), terutama pada sektor teknologi, energi, dan pertahanan.
Namun, sentimen di kawasan Asia Pasifik masih cenderung negatif. Indeks Nikkei 225 turun 1,04 persen dan KOSPI melemah 1,21 perse pada perdagangan 3 Maret 2026 secara intraday.
Ratih menilai, kenaikan harga minyak mentah berpotensi menekan mata uang negara berkembang serta mendorong tekanan inflasi, yang pada akhirnya dapat membatasi ruang penguatan pasar saham domestik dalam jangka pendek.
Berikut rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas hari ini:
1. RAJA
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: Rp4.700
Target Harga: Rp4.930
Stop loss: Rp4.300
RAJA berpotensi reversal jangka pendek ke atas level 5.000. Volume naik signifikan dengan stochastic crossing di area netral.
2. PSAB
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: Rp580
Target Harga: Rp610
Stop loss: Rp550
PSAB berpotensi reversal membentuk pola cup and handle. Indikator MACD bar histogram positif dalam momentum akumulasi.
3. SRTG
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: Rp1.845
Target Harga: Rp1.920
Stop loss: Rp1.750
SRTG berpotensi reversal membentuk pola cup and handle. Indikator stochastic crossing di area netral.
(DESI ANGRIANI)





