Bisnis.com, CIREBON - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat terpantau masih bertahan tinggi pada Selasa (3/3/2026) atau hari ke-13 Ramadan.
Meski beberapa komoditas seperti cabai dan bawang mengalami penurunan, level harga secara umum dinilai belum sepenuhnya meringankan beban belanja masyarakat.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, beras di seluruh kategori masih menunjukkan kenaikan tipis.
Beras kualitas bawah I tercatat Rp13.950 per kilogram dan bawah II Rp13.400 per kilogram. Sementara beras medium I dijual Rp15.200 per kilogram dan medium II Rp14.550 per kilogram.
Untuk beras kualitas super I mencapai Rp16.800 per kilogram dan super II Rp15.850 per kilogram. Kenaikan terjadi rata-rata Rp50 per kilogram dibanding hari sebelumnya.
Pedagang beras di Pasar Sumber, Rani (43), mengatakan harga dari distributor belum menunjukkan penurunan.
Baca Juga
- Wisman ke Jabar Lewat Kertajati Terus Turun pada Awal 2026
- Daftar Besaran Nominal Zakat Fitrah di 27 Kabupaten/Kota Jabar
- Jelang Mudik 2026, 120 Km Jalan Kabupaten Cirebon Rusak Berat
"Naiknya memang tipis, tapi sudah hampir dua pekan bertahan di harga sekarang. Pembeli tetap ada, tapi banyak yang beli eceran lebih sedikit," kata Rani, Selasa.
Hal serupa terlihat di Pasar Pasalaran. Beberapa pedagang menyebut permintaan beras stabil selama Ramadan, namun suplai yang belum sepenuhnya longgar membuat harga sulit turun. Kondisi ini membuat komoditas beras tetap menjadi penekan utama belanja rumah tangga.
Sementara itu, harga gula pasir juga masih tinggi. Gula premium tercatat Rp19.000 per kilogram dan gula lokal Rp18.050 per kilogram, masing-masing naik sekitar Rp50.
Minyak goreng curah berada di angka Rp20.550 per kilogram, sedangkan minyak kemasan bermerek berkisar Rp21.300 hingga Rp21.950 per kilogram. Minyak terpantau stabil, namun belum menunjukkan tren penurunan.
Komoditas protein hewani relatif fluktuatif. Daging ayam ras segar dijual Rp40.650 per kilogram, turun tipis sekitar Rp900. Telur ayam ras Rp31.250 per kilogram atau turun Rp150.
Namun harga daging sapi masih bertahan tinggi, masing-masing Rp150.700 per kilogram untuk kualitas I dan Rp141.800 per kilogram untuk kualitas II, bahkan mengalami kenaikan tipis.
"Kalau daging sapi memang belum ada tanda-tanda turun. Biasanya mendekati Lebaran malah naik lagi," kata Dedi (52), pedagang daging di Pasar Pasalaran.
Di sisi lain, harga cabai yang sebelumnya melonjak kini mulai terkoreksi. Cabai merah besar turun menjadi Rp42.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp43.550 per kilogram, cabai rawit hijau Rp51.200 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp93.150 per kilogram. Penurunan berkisar 10 hingga hampir 18%.
Meski demikian, pedagang menilai harga tersebut masih relatif mahal bagi sebagian konsumen.
"Memang turun dari minggu lalu, tapi rawit merah hampir Rp100.000 itu tetap tinggi," ujar Lina (38), pedagang sayur di Pasar Sumber.
Untuk bawang, bawang merah ukuran sedang tercatat Rp46.550 per kilogram atau turun sekitar Rp2.600. Bawang putih ukuran sedang Rp39.900 per kilogram, turun sekitar Rp650.
Penurunan ini membantu menahan lonjakan belanja dapur, meski belum signifikan mengubah total pengeluaran harian.
Sejumlah pembeli mengaku tetap mengatur ulang daftar belanja. Siti (35), warga Kecamatan Talun yang berbelanja di Pasar Pasalaran, mengatakan pengeluaran selama Ramadan meningkat.
"Tetap terasa mahal. Walau ada yang turun, total belanja masih besar karena kebutuhan juga lebih banyak," katanya.
Secara umum, memasuki pertengahan Ramadan, harga kebutuhan pokok di Kabupaten Cirebon belum sepenuhnya stabil di level rendah.
Kenaikan tipis pada beras dan gula, serta bertahannya harga daging sapi di level tinggi, membuat tekanan belanja rumah tangga masih terasa. Jika tidak ada intervensi pasokan atau operasi pasar tambahan, harga berpotensi tetap tinggi hingga mendekati Idulfitri.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5518295/original/057999000_1772502243-2337a1f2-1675-4cd1-a63c-c1428855d09d.jpeg)

