- Wakil Menteri HAM Mugiyanto terdampar di Doha, Qatar, akibat konflik Timur Tengah saat menuju sidang Dewan HAM PBB di Jenewa.
- Situasi di Doha belum kondusif karena penutupan ruang udara menyebabkan maskapai komersil tidak dapat beroperasi seperti biasa.
- Ratusan WNI juga terjebak di beberapa negara Timur Tengah lain seperti Dubai, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain karena situasi tersebut.
Suara.com - Wakil Menteri HAM Mugiyanto bersama sejumlah jajarannya terdampar di Doha, Qatar, imbas konflik di wilayah Timur Tengah usai saling serang antara AS-Israel dengan Iran.
Mugiyanto menyampaikan telah tiga hari terjebak di Doha saat dalam perjalanan untuk menghadiri sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss.
"Sampai hari ketiga situasinya belum kondusif, belum ada kepastian kapan konflik akan berakhir," kata Mugiyanto dalam pernyataannya melalui akun Instagram resmi Kementerian HAM pada Senin (2/3) malam.
Selain itu, ruang udara di Qatar pun masih ditutup. Sehingga maskapai komersil tidak bisa dijalankan.
"Kami hanya bisa berharap mudah-mudahan segera dipulihkan wilayah udara di Qatar dan sekitarnya. Dan perdamaian bisa segera terwujud," ucapnya.
Informasi dari Dubes Indonesia di Qatar, ada lebih dari 100 orang yang terdampar di bandara Hamad, Doha. Ratusan orang itu termasuk rombongan Kementerian HAM.
Mugiyanto memeastikan kondisi dirinya bersama WNI lain yang ikut terdampar dalam kondisi baik.
"Saya di sini bersama bapak Duta Besar Doha," imbuhnya.
Kendati begitu, selain di Qatar, Mugiyanto menyebutkan ada ratusan WNI yang masih terjebak di negara-negara Timur Tengah, seperti Uni Emirat Arab, Dubai, Kuwait, Arab Saudi, hingga Bahrain.
Baca Juga: Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS
Seluruhnya tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan pesawat karena ruang udara masih ditutup.
Kondisi terdampar di negara sekitar konflik, Mugiyanto menekankan, telah membuat para WNI jadi khawatir terdahap keamanan dan keselamatan mereka. Terlebih ada larangan keluar rumah dari pemerintah setempat di setiap negara itu.
"Kami berharap kita semua yang terdampak konflik militer ini tetap tenang dan kita percayakan situasi segera membaik dan kita mengikuti saja kebijakan juga arahan dari bapak-bapak duta besar dan otoritas setempas," pungkas Mugiyanto.




