Saham Tambang Emas ANTM-ARCI Cs Dilanda Aksi Ambil Untung

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Saham tambang emas terkoreksi pada Selasa (3/3/2026), meski harga emas dunia masih bertahan di level tinggi.

Saham Tambang Emas ANTM-ARCI Cs Dilanda Aksi Ambil Untung. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham tambang emas terkoreksi pada Selasa (3/3/2026), meski harga emas dunia masih bertahan di level tinggi. Tekanan muncul akibat aksi ambil untung (profit taking) setelah reli sebelumnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.16 WIB, saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) merosot 3,51 persen ke Rp1.925 per unit, diikuti PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) yang terdepresiasi 3,04 persen menjadi Rp4.470 per unit.

Baca Juga:
Harga Batu Bara Melesat, Saham AADI-ABMM Cs Kembali Hijau

Kemudian, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tergerus 2,46 persen, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) minus 2,54 persen, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) 2,01 persen.

Tidak hanya itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BUMI) juga memerah, yakni turun 0,99 persen.

Baca Juga:
Danantara-INA Kucurkan USD200 Juta ke Pabrik CA-EDC TPIA

Harga emas dunia naik ke kisaran USD5.350 per ons pada Selasa (3/3) pagi, memperpanjang reli menjadi lima hari berturut-turut, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang kembali menguatkan permintaan aset safe haven.

Pada Senin (2/3), dikutip dari Trading Economics, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan terus menyerang Iran hingga negara tersebut tidak lagi mampu menimbulkan ancaman, memberi sinyal konflik dapat berlangsung selama sebulan atau bahkan “jauh lebih lama”.

Baca Juga:
Saham Kapal HUMI-BULL Cs Melesat di Tengah Konflik Iran

Sementara itu, Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup dan mengancam akan menargetkan kapal mana pun yang mencoba melintasi koridor energi vital tersebut.

Eskalasi konflik mendorong harga minyak melonjak tajam, memperkuat kekhawatiran terhadap tekanan inflasi di AS.

Kondisi ini memicu aksi jual obligasi pemerintah AS (Treasuries) dan mengurangi ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).

Pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya kemungkinan terjadi sekitar September, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Dunia Naik Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Capai Puncak Pukul 18.33 WIB, Bulan Berubah Merah
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
KPK Klaim Audit Selesai, Kuasa Hukum Yaqut Singgung Kejanggalan Waktu
• 7 jam lalukompas.com
thumb
LBH Makassar: Bertrand Eka Prasetyo Diduga Tewas Ditembak Polisi, Polda Diminta Proses Pidana dan Etik
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Kemenhut Izinkan Pemanfaatan Kayu Hanyutan untuk Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
• 4 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.