Perang Amerika Serikat dan Israel Vs Iran kian memanas. WNI di Riyadh, Arab Saudi diminta meningkatkan kewaspadaan.
Hal itu disampaikan KBRI Riyadh dalam unggahannya melalui akun instagram resmi dilihat, Selasa (3/3/2026). KBRI Riyadh mengimbau WNI menghindari daerah yang berpotensi menjadi titik rawan.
"KBRI Riyadh mengimbau seluruh WNI agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari daerah-daerah yang berpotensi menjadi titik kerawanan serta membatasi perjalanan tidak bersifat esensial," tulis KBRI Riyadh.
WNI juga diharapkan tetap berada di lokasi aman. WNI juga diimbau mematuhi arahan otoritas setempat baik pemerintah kerajaan Arab Saudi dan KBRI Riyadh.
"Tetap berada di lokasi aman, patuhi arahan otoritas setempat, dan pantau informasi resmi dari KBRI Riyadh dan Pemerintah Arab Saudi," tulis KBRI Riyadh.
Sebelumnya, kebakaran terjadi di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Ibu Kota Arab Saudi. Kantor Kedubes AS itu terbakar usai diserang dua drone.
Dilansir Aljazeera, Selasa (3/3), pihak berwenang Saudi mengatakan Kedutaan AS di Riyadh terbakar setelah diserang dua drone. Pemerintah Saudi mengatakan gedung Kedubes AS itu mengalami kerusakan material yang ringan.
"Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan.
Situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas sejak serangan awal Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari. Mereka menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan terbang militer, dan sistem pertahanan udara Iran.
Serangan AS dan Israel telah menewaskan sejumlah petinggi Iran, salah satunya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Saat ini, Iran telah menunjuk tokoh menggantikan sementara kursi pemimpin agung Iran tersebut.
(idn/imk)





