Ratusan Anak SMP di Bantul Tawuran Usai Buka Bersama, 2 Warga Luka

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Dua kelompok remaja usia SMP terlibat tawuran di Jalan Imogiri Barat, Ngentak Kepek, Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Senin (2/3) malam.

Dua kelompok ini berasal dari salah satu SMP di Bantul dengan remaja usia SMP yang belum diketahui asalnya. Mereka terlibat tawuran usai salah satu kelompok buka bersama.

"Rombongan dari siswa salah satu SMP di Bantul mengadakan buka bersama di Dorpie Coffee, alamat Jalan Imogiri Barat. Peserta buka bersama dari siswa salah satu SMP tersebut sejumlah kurang lebih 100 orang," kata Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dikonfirmasi, Selasa (3/3).

Pukul 19.30 WIB setelah buka bersama rombongan ini hendak pulang ke rumah masing-masing mengendarai 50 unit sepeda motor.

Saat di jalan, seratusan siswa ini diadang kelompok lain yang menggunakan 20 unit sepeda motor.

"Setelah sampai di Simpang Empat Sudimoro, rombongan tersebut diadang oleh rombongan lain yang tidak dikenal dengan menggunakan kurang lebih 20 unit sepeda motor antara lain Kawasaki KLX, Honda PCX, Yamaha NMAX dan sepeda motor lainnya," kata Rita.

Rita menjelaskan, kelompok tak dikenal ini menyalip dan menggeber-geber motor serta mengayunkan benda semacam gasper.

Sesampai di Jalan Imogiri Barat, Dusun Ngentak Kepek, keributan pecah antara dua kelompok remaja ini.

"Keributan tersebut diketahui oleh warga sekitar, selanjutnya warga sekitar mencoba melerai dan membubarkan keributan tersebut. Ada beberapa orang dari rombongan yang terlibat keributan tersebut yang berhasil diamankan warga. Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sewon," jelas Rita.

Dua Warga Luka

Akibatnya tawuran ini, dua warga mengalami luka. Pertama, Syahroni (51 tahun) mengalami luka memar di kaki kanan serta motor rusak. Kedua, Raditya Putranto (23 tahun) mengalami luka di pipi karena ledakan kembang api.

Namun, keduanya tak melapor secara resmi ke polisi.

Sementara itu, sebanyak delapan remaja diamankan polisi. Mereka diperiksa Unit Reskrim Polsek Sewon sebelum diserahkan ke orang tua masing-masing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Wanita Asal Cirebon Curhat Jadi Pengantin Pesanan di China, Dedi Mulyadi Auto Marahi, Ini Alasannya
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Siap Jadi Juru Damai, Indonesia tidak Ingin Korban Tewas Terus Berjatuhan di Perang Iran
• 38 menit lalumediaindonesia.com
thumb
Pengamanan Diperketat, Bandara Perintis di Tiga Wilayah Papua Siap Beroperasi
• 9 jam laludetik.com
thumb
KPK OTT Bupati Pekalongan, Ini Profil Politikus Golkar Fadia A Rafiq
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Rikwanto Soroti Dugaan KDRT Ayah di Kasus Kematian Nizam
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.