Bisnis.com, JAKARTA — Emiten transportasi dan logistik PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA) kedatangan investor baru dalam jajaran pemegang saham dengan kepemilikan jumbo.
Mengacu pada data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), nama influencer saham Belvin Tannadi kini tercatat sebagai pemegang jumbo saham JAYA dengan kepemilikan saham di atas 5%.
Per 27 Februari 2026, Belvin Tannadi tercatat menggenggam sebanyak 46,91 juta lembar saham JAYA atau setara dengan 5,88%. Transaksi pembelian saham JAYA tersebut dilakukan oleh PT Stockbit Sekuritas Digital dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia masing-masing 1,79 juta lembar dan 45,11 juta lembar.
Adapun, mengacu pada Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang berakhir pada 31 Januari 2026, tidak ada nama Belvin Tannadi dalam jajaran pemegang saham JAYA di atas 5%.
Dalam laporan tersebut, pemegang saham JAYA di atas 5% terdiri dari PT Prima Globalindo sebanyak 365,59 juta lembar (45,79%), Darmawan Suryadi SM sebanyak 167,65 juta lembar (21%), dan Jap Astrid Patricia 58,13 juta lembar (7,27%). Sementara itu, masyarakat non warkat tercatat menggenggam sebanyak 207,12 juta lembar (25,94%).
Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham JAYA pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026) dibuka dengan harga Rp140 per lembar, setelah kemarin ditutup dengan harga Rp159 per lembar. Sepanjang perdagangan hingga pukul 11.59 WIB, harga saham JAYA bergerak di rentang Rp136—Rp179 per lembar, hingga akhirnya bertengger di level Rp155 per lembar, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp123,77 miliar.
Dengan harga Rp155 per lembar, sejak awal tahun (year-to-date/YtD) harga saham JAYA tercatat menguat 24%, begitu juga dalam 6 bulan terakhir terpantau menguat 63,16%.
Sebagai gambaran, Armada Berjaya Trans, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Armada Beton, sejak 2015 lalu telah mengalihkan fokus bisnis perusahaan dari semula spesialisasi pengangkut pengaduk semen ke bisnis angkutan bermotor untuk barang umum.
Perusahaan yang berganti nama pada 2018 ini menyediakan jasa transportasi darat, seperti muatan lepas, peti kemas, armada truk long box. Perusahaan juga menyediakan layanan bea cukai untuk muatan, pergudangan, dan transportasi domestik dari pintu ke pintu di beberapa kota di Indonesia.
---
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





