JAKARTA, KOMPAS.TV — Ketika perang Iran-AS memasuki fase eskalasi baru, pertanyaan yang kini mengemuka bukan lagi soal durasi, melainkan seberapa jauh konflik ini bisa melebar.
Sejumlah analis menilai, jika batas tertentu terlampaui, perang dapat berkembang menjadi konflik regional besar bahkan menyeret kekuatan global seperti Rusia dan China.
Praktisi pertahanan militer Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS), Adrianus Prisma, menilai situasi saat ini berada dalam fase uji daya tahan atau pain tolerance bagi para aktor utama.
“Kalau kami bisa menyimpulkan saat ini adalah Iran menguji seberapa kuat pain tolerance atau dari pemerintah Israel dan pemerintah Amerika sendiri,” ujarnya dalam dialog Sapa Indonesia Malam di KompasTV, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: [FULL] Perang AS-Israel vs Iran, Begini Cerita WNI di Abu Dhabi Dengar Rentetan Ledakan
Menurut Adrianus, ada dua skenario yang berpotensi menjadi titik balik eskalasi.
Pertama, jika Iran secara langsung menyerang kapal induk Amerika Serikat di kawasan. Kapal induk merupakan simbol sekaligus aset strategis utama militer AS. Serangan terhadapnya hampir pasti akan memicu respons besar.
Kedua, jika Iran menyerang lokasi yang selama ini diduga sebagai situs senjata nuklir Israel. Langkah semacam itu akan dianggap sebagai ancaman eksistensial dan dapat memicu pembalasan berskala luas.
“Itu dua hal yang bisa membuat perang ini berkembang menjadi all-out war,” kata Adrianus.
Konflik saat ini juga menyeret negara-negara Teluk, yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Militer Iran Klaim Berhasil Tembak Gudang Senjata hingga Pusat Intelijen AS-Israel
Iran disebut telah memisahkan sistem komando dan pengendalian rudalnya sehingga memiliki daftar target tetap meskipun pusat komando di Teheran terganggu.
Pangkalan AS tersebar di berbagai negara Teluk. Artinya, jika Iran melanjutkan serangan balasan, negara-negara tersebut berisiko terseret lebih dalam.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- perang Iran AS
- Rusia China Iran
- konflik Timur Tengah
- eskalasi global
- all out war
- kapal induk AS





