Perang Iran vs AS dan Israel Memanas: Trump Ancam Gelombang Serangan Baru, Timur Tengah Diguncang Balasan Drone dan Rudal

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Perkembangan terbaru perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel menunjukkan eskalasi yang semakin luas dan kompleks. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut “gelombang besar” serangan militer AS terhadap Iran masih akan datang, menandakan konflik belum mencapai puncaknya.

Di saat bersamaan, Iran dan kelompok proksinya terus melancarkan serangan balasan ke sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, sementara Israel memperluas operasi militernya ke Lebanon dengan menyasar target yang diklaim sebagai basis Hezbollah.

Berikut seluruh hal penting yang perlu diketahui dari perkembangan terbaru konflik ini.

Trump Beberkan Tujuan Perang: Hancurkan Kapasitas Militer Iran

Dalam pernyataannya kepada CNN, Trump menegaskan target utama operasi militer bersama AS-Israel terhadap Iran.

Ia menyebut tujuan perang meliputi:

  • Menghancurkan kemampuan rudal Iran

  • Melumpuhkan angkatan laut Iran

  • Mengakhiri ambisi nuklir Teheran

  • Menghentikan suplai senjata Iran ke kelompok militan di kawasan

Trump juga mengungkapkan bahwa “kejutan terbesar” dalam perang ini adalah serangan Iran terhadap negara-negara Arab di kawasan Teluk, bukan hanya terhadap Israel.

Pernyataan ini muncul setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas strategis Iran yang disebut dilakukan menyusul gagalnya perundingan nuklir antara Washington dan Teheran.

Gagalnya Negosiasi Nuklir Picu Operasi Militer

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, membeberkan bahwa upaya terakhir mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran gagal total. Dalam perundingan di Jenewa bersama Jared Kushner, delegasi AS menawarkan penghentian pengayaan uranium selama 10 tahun, dengan AS menanggung pasokan bahan bakar nuklir untuk tujuan sipil.

Namun Iran menolak proposal tersebut.

Menurut Witkoff, penolakan itu menunjukkan Teheran tetap ingin mempertahankan kemampuan pengayaan uranium yang dinilai AS berpotensi menuju pengembangan senjata nuklir.

Kegagalan diplomasi inilah yang akhirnya diikuti pengumuman Trump mengenai operasi tempur besar bersama Israel.

Serangan Balasan Iran Guncang Kawasan Teluk

Konflik kini meluas ke berbagai negara yang menjadi sekutu AS atau menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika.

Berikut dampak serangan yang dilaporkan sejak perang dimulai:

  • Kuwait: Mencegat 178 rudal balistik dan 384 drone.

  • Uni Emirat Arab (UEA): Mencegat 169 dari 182 rudal serta 645 drone; 44 drone dilaporkan jatuh di wilayah negara.

  • Bahrain: Mencegat 70 rudal dan 76 drone.

  • Qatar: Mencegat 101 dari 104 rudal dan 24 dari 39 drone; juga menembak jatuh dua pesawat pembom SU-24 Iran.

  • Arab Saudi: Kedutaan Besar AS di Riyadh terkena dua drone yang diduga milik Iran, menyebabkan kerusakan ringan. Delapan drone lainnya dicegat di dekat Riyadh dan Al-Kharj.

  • Oman: Pelabuhan komersial Duqm diserang dua drone, dan sebuah kapal tanker minyak diserang di lepas pantai Masandam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Timur Tengah Memanas, IESR Minta RI Cari Alternatif Minyak dari Nigeria-Australia
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Bikin Dunia Tercengang! 10 Atlet Muslim dengan Prestasi Paling Gila Sepanjang Masa
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Apa Dampaknya jika Indonesia Jadi Mediator Konflik Iran-AS?
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Jelang Laga Persija vs Borneo, Fabio Lefundes Kesal Tidak Bisa Gunakan Stadion JIS saat Training
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Konflik Regional Meluas, Fasilitas Nuklir Iran Terdampak
• 22 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.