Toleransi Nyepi dan Lebaran di Bali, Menag Atur Takbiran Terbatas

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menag atur pembatasan takbiran di Bali demi jaga toleransi dengan Nyepi.
  • Kemenag siapkan 6.859 masjid ramah pemudik untuk kelancaran arus mudik 2026.
  • Takbiran terbatas di Bali disepakati guna menghormati kekhusyukan perayaan Hari Nyepi.

Suara.com - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyoroti kesiapan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali yang pada tahun ini waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menag menjelaskan bahwa pelaksanaan takbiran tetap diperbolehkan apabila Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, yang bertepatan dengan rangkaian Nyepi. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan secara terbatas sebagai wujud toleransi antarumat beragama.

"Apabila Idulfitri jatuh pada 20 Maret, takbiran di Bali tetap diperbolehkan, namun dilaksanakan secara terbatas tanpa pengeras suara luar, tanpa arak-arakan kendaraan, dan dengan penerangan minimal," ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Langkah tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama guna menjaga kekhusyukan umat Hindu yang merayakan Nyepi, sekaligus memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan tradisi menyambut Lebaran. Sebaliknya, jika Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka pelaksanaan Nyepi dan takbiran dapat berjalan normal sesuai waktu masing-masing tanpa pembatasan khusus.

“Negara harus hadir memastikan umat dapat beribadah sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan aman dan manusiawi. Masjid menjadi bagian penting dari pelayanan publik tersebut,” tambahnya.

Selain memastikan kerukunan beragama di Bali, Kementerian Agama juga menyiapkan dukungan layanan mudik melalui program 'Masjid Ramah Pemudik'. Program ini mencakup pembukaan akses masjid selama 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet, ketersediaan air wudu, fasilitas pengisian daya gawai (charging), ruang istirahat, hingga penyediaan air minum dan makanan ringan.

“Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik telah disiapkan di berbagai jalur mudik,” terang Menag.

Guna memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan publik, Kemenag juga meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Program ini bertujuan menonjolkan fungsi masjid sebagai rumah singgah yang inklusif dan humanis selama masa arus mudik dan balik.

Masjid-masjid yang terlibat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, yakni Masjid Transit Utama, Masjid Buffer Kota, Masjid Kota Provinsi/Kabupaten, Masjid Ikonik Sejarah, serta Masjid Area Berisiko yang terletak di titik pelabuhan, perbatasan, dan jalur rawan kemacetan.

Baca Juga: 143,9 Juta Pergerakan Diprediksi Saat Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Pecah Arus Mudik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang AS/Israel vs Iran Dikhawatirkan Berdampak Riil ke Ekonomi Indonesia
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tak Hanya Kantor Fadia Arafiq, Ruang Sekda Turut Disegel KPK
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Debat Sengit Ahok di Sidang LNG: Beberkan Awal Kecurigaan, Heran Ada Kontrak Tanpa Pembeli
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Pemprov Sumut Buka Mudik Gratis Idulfitri 2026, Daftar di Sini!
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Hasil Persija vs Borneo FC Bakal Panaskan Persaingan Jalur Juara BRI Super League: Persib Bandung Bisa Diuntungkan?
• 19 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.