Telkom Indonesia mempercepat pengembangan talenta kecerdasan buatan (AI) di berbagai daerah. Hingga saat ini, perusahaan telah melatih lebih dari 16.000 talenta melalui sembilan AI Center yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari inisiatif AI Empower Indonesia yang digerakkan melalui AI Center of Excellence (AI CoE), yang diluncurkan pada 28 Agustus 2025 di Bali. Melalui inisiatif tersebut, Telkom menargetkan penguatan ekosistem AI nasional, tidak hanya di Jakarta tetapi juga di daerah.
Sembilan AI Center telah berdiri di sejumlah kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Makassar, Denpasar (Bali), Aceh, Padang, hingga Papua. Fasilitas iini dimanfaatkan untuk pelatihan, sertifikasi, diskusi komunitas, hingga penyelenggaraan berbagai acara terkait kecerdasan buatan.
"Sampai saat ini ada 351 acara atau event yang ada di sana, ada 16.000 talenta (digital) yang sudah dididik," kata Komang Budi Aryasa, Executive General Manager Digital Product Telkom Indonesia, di acara Business Update & Silaturahmi Ramadan Telkom di Jakarta, Senin (2/3).
Telkom juga bekerja sama dengan mitra global untuk menyediakan sertifikasi AI. Dari total 5.000 sertifikasi yang diterbitkan, sekitar 2.000 di antaranya merupakan hasil kolaborasi dengan mitra internasional.
5 Pilar Utama Telkom AI Center of ExcellenceKomang menjelaskan, AI CoE diimplementaskan lewat 5 pilar utama: AI Campus, AI Playground, AI Hub, AI Connect, dan AI Native.
AI Campus menjadi ruang literasi dan pelatihan bagi mahasiswa, profesional, dan komunitas teknologi. Peserta tidak hanya mempelajari konsep dasar, tetapi juga praktik langsung yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Telkom bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menyediakan talenta AI dan mengembangkan ide serta riset yang relevan dengan kebutuhan nyata. Saat ini, AI Campus telah bekerja sama dengan 10 perguruan tinggi di Indonesia.
Kemudian, AI Playground menjadi ruang pengembangan talenta digital dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bereksperimen. Dari tahap prototipe hingga implementasi, peserta dapat mengembangkan solusi berbasis AI dengan pendekatan berbasis kebutuhan bisnis.
AI Hub difungsikan sebagai titik temu antara startup, perusahaan, dan institusi pendidikan. Di ruang ini, ide-ide inovatif bertemu dengan kebutuhan industri, membuka peluang riset dan pengembangan bersama.
Sementara itu, AI Connect mempertemukan talenta dengan ekosistem industri melalui program networking dan kolaborasi, termasuk AI Talent Development Roadshow. AI Connect menghadirkan berbagai aktivitas seperti kelas pengenalan AI dan workshop, program sertifikasi talenta AI, sesi konsultasi AI untuk kebutuhan bisnis, hingga demo produk dan contoh penggunaan AI.
Terakhir adalah AI Native, fondasi penerapan AI dalam cara kerja internal Telkom agar kerja lebih cepat, cerdas, dan efisien. Artinya, Telkom sudah mulai menerapkan AI di setiap bidang pekerjaan, termasuk di berbagai produk yang mereka miliki.
Salah satunya kehadiran Bizy AI, asisten AI untuk mendukung aktivitas penjualan dan layanan B2B. Berkat Bizy AI, lebih dari 23.000 user dapat memahami produk-produk Telkom dengan mudah. Ada juga TELIS 2.0, AI internal yang digunakan lintas unit kerja Telkom. Sekitar 96% karyawannya menggunakan TELIS untuk mencari dan memahami kebijakan serta regulasi internal Telkom.
Komang menyebut, lima pilar ini tidak akan berjalan tanpa adanya talenta. Maka dalam membangun AI CoE, Telkom menggandeng Alibaba Cloud serta komunitas teknologi seperti HiColleagues. Kolaborasi ini membuka akses talenta lokal pada infrastruktur cloud dan teknologi AI kelas global.
Melalui kemitraan tersebut, peserta dapat memahami langsung bagaimana solusi AI diterapkan di sektor telekomunikasi, kesehatan, pendidikan, hingga UMKM. Sinergi lintas sektor ini menjadi penting karena inovasi teknologi tidak dapat berdiri sendiri, ia membutuhkan ekosistem yang solid.
“Lewat AI CoE, Telkom sekarang menjalankan inisiatif AI yang sering saya sebut sebagai AI Empower Indonesia. Jadi bagaimana sebenarnya inisiatif Telkom ini bisa membantu pemerintah menyebabkan birokrasi yang semakin efisien, industri yang semakin kompetitif, kemudian juga orang dalam berinteraksi dengan perusahaan mendapatkan satu layanan lebih mudah dengan AI. Ini semua kami eksekusi lewat 5 pilar tersebut,” ujar Komang.
AI Center of Excellence menegaskan pembangunan teknologi tidak semata soal kecanggihan sistem, tetapi juga tentang manusia dan pemerataan peluang. Dengan ekosistem yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan, Telkom ingin memastikan Indonesia tak hanya menjadi pengguna teknologi AI.





