Sydney (ANTARA) - Bank Sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), menilai masih terlalu dini untuk memprediksi dampak situasi di Timur Tengah terhadap perekonomian negara tersebut.
Dalam sebuah konferensi bisnis di Sydney pada Selasa pagi waktu setempat, Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock mengungkapkan bahwa Dewan Kebijakan Moneter RBA yang menetapkan suku bunga sangat waspada terhadap potensi implikasi dari ketegangan di Timur Tengah terhadap inflasi domestik.
Namun, menurut Bullock masih terlalu dini untuk mengatakan apa dampaknya bagi Australia. Dia menyebut konflik itu dapat menyebabkan guncangan pasokan yang menambah tekanan inflasi atau mengakibatkan tekanan penurunan bagi inflasi melalui dampak berkepanjangan terhadap pasar energi yang memiliki efek negatif bagi aktivitas global.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan apa dampak ekonominya, situasinya bergerak cepat dan ada berbagai kemungkinan bagaimana dinamika ini akan berkembang. Kita akan perlu waktu untuk memahami apa artinya bagi inflasi di sini," tutur Bullock.
Dewan Kebijakan Moneter akan menggelar pertemuan pada pertengahan Maret untuk memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga acuannya, cash rate target, untuk kedua kalinya pada 2026 setelah tingkat inflasi tahunan Australia tercatat lebih tinggi dari perkiraan 3,8 persen pada Januari.
Pada Februari, Dewan Kebijakan Moneter dengan suara bulat memutuskan menaikkan cash rate target dari 3,60 persen menjadi 3,85 persen sebagai respons terhadap lonjakan inflasi, yang menandai kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari dua tahun.
Dalam sebuah konferensi bisnis di Sydney pada Selasa pagi waktu setempat, Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Michele Bullock mengungkapkan bahwa Dewan Kebijakan Moneter RBA yang menetapkan suku bunga sangat waspada terhadap potensi implikasi dari ketegangan di Timur Tengah terhadap inflasi domestik.
Namun, menurut Bullock masih terlalu dini untuk mengatakan apa dampaknya bagi Australia. Dia menyebut konflik itu dapat menyebabkan guncangan pasokan yang menambah tekanan inflasi atau mengakibatkan tekanan penurunan bagi inflasi melalui dampak berkepanjangan terhadap pasar energi yang memiliki efek negatif bagi aktivitas global.
"Masih terlalu dini untuk mengatakan apa dampak ekonominya, situasinya bergerak cepat dan ada berbagai kemungkinan bagaimana dinamika ini akan berkembang. Kita akan perlu waktu untuk memahami apa artinya bagi inflasi di sini," tutur Bullock.
Dewan Kebijakan Moneter akan menggelar pertemuan pada pertengahan Maret untuk memutuskan apakah akan menaikkan suku bunga acuannya, cash rate target, untuk kedua kalinya pada 2026 setelah tingkat inflasi tahunan Australia tercatat lebih tinggi dari perkiraan 3,8 persen pada Januari.
Pada Februari, Dewan Kebijakan Moneter dengan suara bulat memutuskan menaikkan cash rate target dari 3,60 persen menjadi 3,85 persen sebagai respons terhadap lonjakan inflasi, yang menandai kenaikan suku bunga pertama dalam lebih dari dua tahun.




