Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS), Amazon, melaporkan pusat data mereka di Uni Emirat Arab (UEA) terkena serangan drone. Amazon mengklaim pusat data tersebut terkena serangan secara langsung.
Dikutip dari AFP, Selasa (3/3), Amazon juga melaporkan terdapat fasilitas mereka di Bahrain yang juga terkena serangan drone. Namun, fasilitas di Bahrain tak terkena serangan secara langsung melainkan serangan terjadi di area yang sangat dekat.
“Akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, kedua wilayah yang terdampak mengalami kerusakan fisik pada infrastruktur akibat serangan drone,” kata Amazon dalam keterangannya.
Dengan serangan tersebut, layanan komputasi awan atau sistem cloud Amazon di wilayah Timur Tengah terkena gangguan.
“Serangan ini menyebabkan kerusakan struktural, mengganggu pasokan listrik ke infrastruktur kami, dan dalam beberapa kasus memicu sistem pemadam kebakaran yang mengakibatkan kerusakan tambahan akibat air,” lanjut Amazon.
Amazon tidak merinci apakah ada karyawan yang terluka dalam serangan tersebut. Amazon menyatakan bekerja sama dengan otoritas setempat sambil memprioritaskan keselamatan personel mereka selama upaya pemulihan berlangsung.
Amazon juga menyarankan agar para pengguna layanan mereka yang terdampak untuk mencadangkan data penting dan beralih ke server Amazon di wilayah lain di dunia.
Sebelumnya pada Minggu (1/3), Amazon juga melaporkan salah satu pusat datanya di UEA terkena hal yang disebut mereka sebagai ‘objek’ tanpa menjelaskan lebih lanjut. Namun, saat itu Amazon langsung memperingatkan pengguna layanan mereka soal potensi gangguan yang tidak terduga.
Adapun sejumlah kota di kawasan Teluk memang turut mengalami dampak baik tidak langsung maupun langsung seperti serangan dan serpihan senjata sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.





