Trump Peringatkan 'Gelombang Besar' Serangan ke Iran Segera Datang

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita

Suara.com - Dunia Hari Ini kembali dengan laporan pilihan dari beberapa negara selama 24 jam terakhir.

Laporan utama edisi Selasa, 3 Maret 2026 kami hadirkan dari Iran dan Amerika Serikat.

'Gelombang besar' serangan Iran

Presiden AS Donald Trump mengatakan "gelombang besar" masih akan datang dalam perang dengan Iran, sementara seluruh kawasan terseret ke dalam pertempuran hari keempat.

"Kita bahkan belum mulai menyerang mereka dengan keras," katanya kepada CNN.

"Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang."

Setidaknya 555 orang tewas dalam serangan AS-Israel di seluruh Iran, menurut Palang Merah Iran, di tengah gelombang serangan intensif dan serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei adalah "kejahatan agama" yang akan memiliki konsekuensi serius.

Video: Trump menjelaskan alasan di balik operasi di Iran.
Masjid di Sydney menerima surat ancaman lagi

Sebuah "esai kecaman" tiga halaman yang ditujukan kepada seorang pemimpin komunitas Muslim Sydney telah memicu kekhawatiran baru akan meningkatnya ancaman kekerasan di kota itu.

Image: Gamel Kheir dari Asosiasi Muslim Lebanon disebut-sebut dalam surat ancaman yang diterima Masjid Lakemba. ABC News: Timothy Ailwood

Ini adalah surat keempat yang diterima oleh Masjid Lakemba selama enam minggu terakhir, dengan surat terbaru ditujukan langsung kepada sekretaris Asosiasi Muslim Lebanon, Gamel Kheir.

Baca Juga: Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya

Meskipun tidak berisi ancaman kekerasan spesifik seperti surat-surat sebelumnya, Kheir mengatakan kepada ABC ini adalah pertama kalinya surat itu "dipersonalisasi."

"Surat itu ditujukan kepada saya, pada dasarnya menyerang posisi dan komentar saya terkait meningkatnya kebencian dan fanatisme. Intinya adalah, 'Jika Anda tidak menyukainya, pergilah kembali ke tanah air Anda'," katanya.

"

"Itu sangat keji dan benar-benar sebuah ancaman."

" Parlemen Malaysia menolak amandemen pembatasan jabatan

Majelis rendah parlemen Malaysia kemarin (02/03) menolak amandemen konstitusi yang akan membatasi masa jabatan perdana menteri menjadi dua periode.

Image: Majelis rendah parlemen Malaysia pada hari Senin menolak dengan suara tipis amandemen konstitusi yang akan membatasi masa jabatan perdana menteri menjadi dua periode. Reuters: Hasnoor Hussain

Amandemen yang diusulkan, yang bertujuan untuk membatasi masa jabatan seseorang sebagai perdana menteri menjadi 10 tahun, merupakan bagian dari agenda reformasi koalisi pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Siap Hadiri Sidang Praperadilan Gus Yaqut Hari Ini, Laporan BPK Jadi Bekal
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Jelang Musim Mudik, Armada Bus di Terminal Arjosari Malang Diperiksa Ketat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pedro Acosta Gemilang di Thailand, El Tiburon Kini Incar Konsistensi di MotoGP 2026
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Bangkit Lawan AS Roma, Spalletti Beberkan Target Sebenarnya Juventus
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Andre Rosiade Kunjungi Dharmasraya, Targetkan Gerindra Rebut Kursi Ketua DPRD 2029
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.