Menlu AS Sebut Amerika Serikat Serang Iran Karena 'Pengaruh' Israel

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menlu AS Marco Rubio, Senin (2/3/2026), konfirmasi serangan udara AS respons serangan Israel terhadap Iran demi lindungi personel.
  • Pentagon secara internal menyatakan tidak ada intelijen yang mendukung rencana serangan balasan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat.
  • Rubio menyatakan operasi awal ini fokus melumpuhkan rudal Iran, mengancam serangan lebih berat jika tujuan militer belum tercapai.

Suara.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengeluarkan keterangan kontroversial terkait keterlibatan militer Washington dalam eskalasi besar-besaran di Timur Tengah, khususnya Iran.

Dalam pengakuannya pada Senin (2/3/2026), Rubio mengonfirmasi bahwa militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara sebagai respon lanjutan dari serangan Israel yang sudah diprediksi sebelumnya.

Rubio menegaskan bahwa langkah tersebut diambil berdasarkan kalkulasi risiko yang sangat tinggi bagi personel militer Amerika di kawasan Teluk.

“Kami tahu bahwa Israel (akan menyerang Iran -red). Kami tahu itu akan memicu serangan terhadap pasukan Amerika. Dan kami tahu bahwa jika kami tidak menyerang mereka terlebih dahulu, sebelum mereka melancarkan serangan tersebut, kami akan menderita korban jiwa yang lebih besar.,” ujar Rubio saat berbicara kepada wartawan di Capitol Hill, dikutip via Anadolu Agency pada Selasa (3/3/2026).

Pernyataan ini muncul sesaat sebelum Rubio memberikan pengarahan kepada Gang of Eight—kelompok elit yang terdiri dari empat pemimpin kongres dan kepala Komite Intelijen DPR serta Senat Amerika Serikat.

Rubio bersikeras bahwa gempuran gabungan AS-Israel tersebut sangat krusial untuk mencegah kerugian jiwa yang lebih besar di pihak sekutu.

Meskipun Rubio mengeklaim adanya ancaman yang mendesak, sebuah laporan mengejutkan justru muncul dari internal Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon).

Berdasarkan laporan media internasional, para pejabat Pentagon dalam pengarahan tertutup pada hari Minggu justru memberikan informasi yang bertolak belakang kepada staf Kongres.

Dalam pertemuan rahasia tersebut, pihak Pentagon dikabarkan menyatakan bahwa tidak ada laporan intelijen yang menunjukkan bahwa Iran berencana untuk menyerang pasukan AS terlebih dahulu.

Baca Juga: Inggris, Perancis, dan Jerman Rapatkan Barisan, Siap Gempur Jantung Militer Iran Bersama AS

Bahkan, media setempat meyakini, Iran sama sekali tidak berencana menyerang AS.

Hal ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat politik mengenai keabsahan "ancaman mendesak" yang dijadikan alasan oleh administrasi Donald Trump untuk memulai konfrontasi bersenjata.

Meski demikian, Rubio mengklaim, kemampuan rudal balistik Iran dan rencana penargetan pangkalan AS sebagai dasar utama tindakan militer tersebut.

Ia menambahkan bahwa menunggu Iran untuk memukul lebih dulu hanya akan menghasilkan banyak korban, dan cara yang dilakukan AS adalah mempertahankan diri.

Di sisi lain, Israel telah lebih dulu mengumumkan bahwa mereka meluncurkan apa yang disebut sebagai serangan "preemptive" dengan sandi "Operation Lion's Roar" pada Sabtu dini hari.

Pemerintah Israel bahkan langsung menetapkan status darurat nasional secara "spesial dan mendesak" di seluruh wilayahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Antardusun di Kabupaten Malang Amblas Tergerus Air
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
3 Pejudi Sabung Ayam di Tegal Hilang usai Terjun ke Sungai saat Digerebek, 1 Tewas
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Timeline Timnas Indonesia pada Tahun 2026: FIFA Series, Piala AFF, dan Persiapan Piala Asia
• 5 jam lalubola.com
thumb
Anak Tidak Percaya Diri karena Fisiknya Berbeda? Coba Lakukan Ini, Moms
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
MK Tak Terima Uji Materi Hasto soal Perintangan Penyidikan di UU Tipikor
• 13 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.