Gerhana Bulan Total akan terjadi malam ini. Umat Islam diimbau untuk melaksanakan Salat Gerhana Bulan atau Salat Khusuf.
Mengutip dari situs Kementrian Agama (Kemenag), gerhana bulan bagi umat muslim bukan sekadar fenomena alam, melainkan menjadi momen spritual untuk menyaksikan kebesaran Allah sekaligus beribadah kepada-Nya. Berikut tata cara Salat Gerhana Bulan .
1. Niat salat gerhana yang dibarengi dengan takbiratul ihram. Berikut lafal niatnya.
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya, "Sayaniatshalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT."
2. Membaca doa Iftitah
3. Membaca Ta'awudz dan Al-Fatihah
4. Membaca surat Al-Qur'an dengan jahr (lantang)
5. Rukuk pertama (lama)
6. Bangkit dari ruku (I'tidal)
7. Membaca surat Al-Fatihah kembali.
8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4
9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama)
10. Bangkit dari ruku (I'tidal)
11. Sujud pertama
12. Duduk di antara dua sujud
13. Sujud kedua
14. Selanjutnya berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dan tata caranya pun sama sebagaimana pada rakaat pertama. Hanya saja, bacaan suratnya lebih pendek daripada bacaan surat pada rakaat pertama.
15. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2002), halaman 108 menjelaskan, hukum melaksanakan Salat Khusuf ini adalah sunnah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya pun tidak jauh berbeda dengan gerakan salat sunah pada umumnya.
Syekh Nawawi kemudian menjelaskan, salat gerhana memiliki tiga tingkatan:
- Pertama adalah paling minimal, yaitu dua rakaat sebagaimana salat sunah Zuhur.
- Kedua adalah tingkat pertengahan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud.
- Ketiga adalah tingkatan sempurna, yaitu setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-surat panjang sesuai kemampuan, misalnya Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma'idah atau seukuran itu. Rukuk dan sujudnya pun dilakukan sesuai panjang bacaan surat tersebut.
Melansir situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Gerhana Bulan Total (GBT) pada Selasa, 3 Maret 2026 akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan puncak Gerhana Bulan akan terjadi pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari fase gerhana mulai hingga gerhana berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik. Sementara fase Totalitas-di mana Bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra Bumi-akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
(kny/imk)





