RIYADH, KOMPAS.TV - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan diserang dengan dua unit drone pada Selasa (3/3/2026). Otoritas Saudi menyatakan serangan tersebut memicu kebakaran dengan skala terbatas di kompleks kedutaan.
Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Arab Saudi, gedung Kedubes AS di Riyadh mengalami "kerusakan material kecil." Kedutaan tersebut diketahui diserang drone di tengah gelombang serangan balasan Iran usai pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026) lalu.
Al Jazeera melaporkan, seorang narasumber dari militer Arab Saudi mengatakan, sistem pertahanan udara Saudi juga menyergap empat drone yang menargetkan kawasan diplomatik di Riyadh dalam serangan tersebut.
Baca Juga: Trump Sebut Perang AS dengan Iran Diproyeksikan Berlangsung 4-5 Pekan, Klaim Rakyat Amerika Terancam
Gedung Kedubes AS di Riyadh diketahui dalam kondisi kosong saat kejadian. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam serangan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menegaskan pihaknya akan merespons serangan ke kedutaan dan terbunuhnya sejumlah personel militer AS dalam serangan balasan Iran. Namun, Trump tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai respons AS.
Di lain sisi, Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Bahrain.
IRGC mengaku meluncurkan 20 drone dan rudal dalam serangan ini, serta mengeklaim berhasil "menghancurkan markas komando utama" pangkalan militer AS di Bahrain.
"IRGC mengumumkan bahwa Angkatan Laut mereka telah meluncurkan serangan drone dan rudal besar-besaran saat fajar ke pangkalan miliiter AS di area Syaikh Isa, Bahrain," demikian laporan kantor berita Iran, IRNA.
Baca Juga: Serangan AS-Israel Picu Eskalasi Konflik di Timur Tengah, Sedikitnya 555 Orang Tewas di Iran
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- irang serang kedubes as
- perang iran
- serangan balasan iran
- kedubes as di riyadh
- kedubes as





