Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (3/3/2026). Konflik geopolitik dan perkembangan perdagangan domestik menjadi sejumlah sentimen yang menyertai rupiah di pasar keuangan.
Melansir Bloomberg, rupiah terdepresiasi 0,02% atau 4 poin ke Rp16.872 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,59% ke 98,96.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah di pasar keuangan saat ini diiringi dengan sejumlah sentimen pasar, baik global atau domestik.
Dari global, pasar bereaksi atas eskalasi konflik geopolitik global yang dipantik serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu. Ibrahim menjabarkan, perang udara AS dan Israel terhadap Iran terus meluas pada hari Senin (2/3) dengan kedua pihak yang saling balas serangan.
"Kekhawatiran tentang transit di jalur air tersebut meningkat setelah media Iran melaporkan pada hari Senin bahwa seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengatakan Selat Hormuz ditutup dan memperingatkan Iran akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya. Sekitar 20% minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz," kata Ibrahim, Selasa (3/3/2026).
Selain konflik, pasar hari ini juga memperhatikan pernyataan pejabat The Fed yang cenderung agresif dan dapat memperkuat greenback. Kemudian, fokus pasar pekan ini juga tertuju pada data pasar tenaga kerja AS, termasuk Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dapat membentuk ekspektasi untuk jalur kebijakan moneter The Fed.
Sementara dari dalam negeri, pasar bereaksi terhadap perkembangan data perdagangan nasional. BPS melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$0,95 miliar. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020.
Dengan sejumlah sentimen yang ada menyertai pasar keuangan, Ibrahim memperkirakan rupiah pada perdagangan Rabu (4/3) esok akan ditutup melemah.
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.870 sampai Rp16.910," tandasnya.





