Matamata.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan masjid-masjid di sepanjang jalur mudik akan dibuka 24 jam untuk mendukung kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 H. Secara nasional, sebanyak 6.859 posko "Masjid Ramah Pemudik" telah disiapkan untuk melayani masyarakat.
"Ribuan masjid tersebut akan difasilitasi pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet, hingga ketersediaan air wudu. Kami juga menyediakan fasilitas pengisian daya gawai (cas HP), area istirahat, serta air minum dan makanan ringan gratis bagi pemudik," ujar Menag di Jakarta, Selasa (3/3).
Nasaruddin menegaskan bahwa keterlibatan kementeriannya adalah bentuk pengabdian masyarakat sekaligus ladang amal saleh demi memastikan tradisi mudik berjalan aman dan manusiawi. Untuk memperkuat layanan ini, Kemenag juga meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026.
Program EMI bertujuan menjadikan masjid sebagai rumah singgah yang humanis dan inklusif. Pelaksanaan ekspedisi ini akan dimulai pada H-7 hingga H+7 Lebaran, tepatnya pada 13-29 Maret 2026, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memetakan masjid transit di jalur rawan kemacetan dan pelabuhan.
Toleransi Nyepi dan Idulfitri di Bali Menag juga memberikan perhatian khusus pada kesiapan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali yang jatuh pada 19 Maret 2026, berdekatan dengan perkiraan Idulfitri.
Jika Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, Menag menjelaskan bahwa malam takbiran di Bali tetap diperbolehkan namun dengan aturan ketat.
"Takbiran dilaksanakan secara terbatas, tanpa pengeras suara, tanpa arak-arakan kendaraan, dan dengan penerangan minimal sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang melaksanakan Catur Brata Penyepian," jelasnya.
Namun, apabila hasil sidang isbat menetapkan Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka pelaksanaan Nyepi dan takbiran dapat berjalan normal sesuai waktu masing-masing tanpa bersinggungan langsung.
"Negara harus hadir memastikan umat dapat menjalankan ibadah sekaligus mudik dengan nyaman. Masjid kini menjadi bagian penting dari pusat pelayanan publik," pungkas Menag. (Antara)
- Mentan Amran Instruksikan BRMP Perkuat Kemandirian Pangan di Timur Indonesia




