Apa Perbedaan Antara Presiden Iran dan Pemimpin Tertingginya? Ini Penjelasannya

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG — Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah dilaporkan tewas usai serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Ali Khamenei tewas pada usia 86 tahun setelah menjabat hampir 37 tahun sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Wafatnya Ali Khamenei memberikan guncangan besar untuk politik Republik Islam Iran. 

Negara Iran merupakan negara yang berada di kawasan Timur Tengah dengan sistem pemerintahan yang menggabungkan elemen teokrasi Islam modern dengan demokrasi. Dalam sistem politik ini, peran pemimpin tertinggi negara bukanlah dipegang oleh presiden, melainkan dipegang oleh Pemimpin Tertinggi atau Pemimpin Agung. 

Berbeda dengan sistem politik di negara lain, di mana presiden menjadi pemegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan. Di Iran, struktur kekuasaan dirancang berbeda sejak Revolusi Islam pada tahun 1979, dengan pembagian peran antara lembaga politik dan otoritas keagamaan yang memiliki pengaruh sangat kuat dalam sistem negara. Memiliki sistem politik yang cukup berbeda, ini perbedaan antara presiden dan Pemimpin Tertinggi Iran. 

Presiden Iran 

Menurut konstitusi Republik Islam Iran, Presiden Iran merupakan pejabat negara tertinggi kedua yang dipilih langsung oleh rakyat Iran melalui pemilihan umum. Sebagai kepala eksekutif, Presiden Iran memiliki masa jabatan selama empat tahun dan dapat diperpanjang sebanyak satu kali. 

Dilansir dari laman Diario AS Selasa (3/3/3036), menurut pasal 113 Konstitusi yang berbunyi “Presiden adalah pejabat negara tertinggi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan konstitusi dan, sebagai kepala eksekutif untuk menjalankan kekuasaan eksekutif, kecuali untuk hal-hal yang berkaitan langsung dengan Pemimpin Tertinggi.” 

Di Iran, Presiden memiliki tanggung jawab langsung atas urusan administrasi, pelayanan sipil negara, hingga rencana anggaran negara. Selain itu, Presiden Iran juga memiliki wewenang untuk mengangkat menteri, duta besar, dan gubernur dengan persetujuan dari parlemen. 

Dilansir dari Diario AS, calon Presiden Iran harus memenuhi sejumlah kualifikasi seperti berasal dari kalangan tokoh agama dan politik terkemuka, berasal dari Iran, berkewarganegaraan Iran, memiliki rekam jejak reputasi yang baik dan jujur, memiliki kemampuan administrasi yang mumpuni, memiliki sifat yang dapat dipercaya, serta taat pada prinsip-prinsip pokok Republik Islam dan agama resmi negara Iran. Selain itu, calon presiden juga harus mendapatkan persetujuan dari 12 Dewan Wali, dengan enam di antaranya ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi. 

Pemimpin Tertinggi Iran 

Mengutip dari laman Diffen, Pemimpin Tertinggi Iran merupakan kepala pemerintahan dan agama tertinggi di Republik Islam Iran. Berbeda dengan Presiden yang hanya memiliki masa jabatan selama empat tahun, Pemimpin Tertinggi Iran memiliki masa jabatan seumur hidup, atau dapat mengundurkan diri secara sukarela.

Dilansir dari laman Diario AS, berdasarkan pasal 110 Konstitusi, Pemimpin Tertinggi Iran memiliki 11 tugas dan wewenang, seperti:

- Menjelaskan secara rinci kebijakan umum Republik Islam Iran. 

- Mengawasi pelaksanaan kebijakan umum sistem dengan benar. 

- ⁠Menerbitkan dekrit untuk referendum nasional. 

- ⁠Mengambil alih komando tertinggi angkatan bersenjata

- ⁠Menyatakan perang dan damai serta memobilisasi angkatan bersenjata

- ⁠Mengangkat, memberhentikan, dan menerima pengunduran diri berbagai pejabat. 

- ⁠Menyelesaikan perbedaan antara tiga cabang pemerintahan dan mengatur hubungan di antara mereka. 

- ⁠Menyelesaikan masalah sistem yang tidak dapat diatasi dengan metode konvensional

- ⁠Menandatangani dekrit yang meresmikan pemilihan Presiden Republik oleh rakyat

- ⁠Memberhentikan Presiden Republik, dengan mempertimbangkan kepentingan negara, setelah Mahkamah Agung menyatakan beliau bersalah karena melanggar kewajiban konstitusionalnya, atau setelah pemungutan suara oleh Majelis Permusyawaratan Islam.

- ⁠Memberikan pengampunan atau pengurangan hukuman kepada terpidana dalam kerangka kriteria Islam 

Terkait pemilihan, Pemimpin Tertinggi Iran akan dipilih oleh Majelis Pakar. Majelis pakar memiliki kekuasaan untuk memberhentikan Pemimpin Tertinggi.

Sejak berdirinya Republik Islam Iran pada tahun 1979, tercatat hanya ada dua Pemimpin Tertinggi Iran, yakni Ayatullah Khomeini yang menjadi pemimpin dalam Revolusi Iran 1979, serta Ayatollah Ali Khamenei yang menjabat sejak tahun 1989 hingga 2026 sebelum akhirnya wafat. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bangkit Lawan AS Roma, Spalletti Beberkan Target Sebenarnya Juventus
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Mahasiswa Demo di Jakarta Hari Ini, Hindari Ruas Jalan Potensi Macet
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Terungkap di DPR! Ibu Kandung Nizam Terima Ancaman Tidak Buka Suara Kasus Kematian Anak di Sukabumi
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
4 Cara Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi Selama Puasa
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Akses JPO Sarinah Dikeluhkan, Trotoar Akan Diperlebar
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.